Menurut Ujang, Ini Penyebab Publik Mempertanyakan Kinerja Ma’ruf Amin

Menurut Ujang, Ini Penyebab Publik Mempertanyakan Kinerja Ma’ruf Amin
Wapres Ma'ruf Amin. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, hingga saat ini memang belum terlihat kinerja yang maksimal dari Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Karenanya, tidak heran tagar #MarufAminNgapain sempat tren di Twitter, urutan ke-13 Rabu (11/3) malam kemarin.
"Di sektor ekonomi cocoknya MA (Ma'ruf Amin) mengembangkan ekonomi yang berbasis syariah atau ekonomi Islam. Karena latar belakangnya juga dari MUI. Namun, sampai saat ini perannya belum kelihatan atau belum menonjol," ujar Ujang kepada jpnn.com, Kamis (12/3).

Meski kinerja wapres belum maksimal, direktur eksekutif Indonesia Political Review ini tak ingin buru-buru menyalahkan Ma'ruf.

Karena bisa saja Ma'ruf memang tidak menangani langsung sejumlah isu ekonomi yang belakangan banyak menjadi sorotan publik.

"Soal peran ekonomi MA yang mengurus lapangan kerja, isu PHK, dan Omnibus Law tidak terlihat, mungkin tidak diperankan di situ oleh Jokowi," ucapnya.

Dosen di Universitas Al Azhar ini juga menilai, ada beberapa penyebab yang membuat Presiden Joko Widodo terkesan lebih banyak menjadi fokus pemberitaan dibanding Ma'ruf.

Antara lain, terkait sosialisasi hasil kerja yang dilakukan ke publik, gaya komunikasi dan pernyataan Ma'ruf beberapa kali disebut sempat menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

"Saya kira persoalan mendasarnya soal sosialisasi dan komunikasi ke publik. MA juga sering salah berkomunikasi, salah membuat statemen. Seperti Indonesia tak akan terkena corona, dan lain-lain. Jadi, harus diperkuat tim komunikasi dan sosialisasi wapresnya. Sehebat apa pun kinerjanya jika tak tersosialisasikan dengan baik, publik tetap akan nyinyir," pungkas Ujang. (gir/jpnn)

Ujang Komarudin menilai wajar jika muncul tagar #MarufAminNgapain karena kinerja Wapres KH Ma’ruf Amin memang belum terlihat maksimal.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News