Merasa Gerah Beberapa Hari Ini? Ternyata Begini Penjelasan BMKG

Merasa Gerah Beberapa Hari Ini? Ternyata Begini Penjelasan BMKG
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan suhu panas di Indonesia bukan gelombang panas, masyarakat jangan panik dan tetap waspada. Foto: Ricardo/Dokumentasi JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Beberapa hari terakhir terasa suhu panas terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan suhu panas pada beberapa hari terakhir tersebut merupakan fenomena wajar pada April dan Mei.

Dikutip dari keterangan BMKG melalui akun Instagram resmi @infoBMKG suhu panas yang terjadi merupakan fenomena normal pada bulan-bulan ini terjadi peningkatan suhu maksimum harian.

"Suhu panas dipengaruhi oleh gerak semu matahari, sebuah siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun," tulis BMKG, seperti dikutip di Jakarta, Sabtu (6/5).

Menurut BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia kini tengah memasuki musim kemarau dengan dominasi angin monsun Australia.

Monsun Australia umumnya bersifat kering dengan kelembapan udara yang kurang, cuaca cenderung cerah, dan kurangnya tutupan awan.

"Pada kondisi ini, intensitas radiasi matahari dapat secara optimal diterima permukaan bumi sehingga meningkatkan panas udara permukaan," paparnya.

BMKG menjelaskan kondisi Indonesia saat ini tidak termasuk ke dalam kategori gelombang panas.

Beberapa hari terakhir terasa suhu panas terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Simak penjelasan BMKG

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News