Messi, Pemain Paling Tajir

Messi, Pemain Paling Tajir
Foto: REUTERS/Albert Gea
Menariknya, turunnya take home pay Beckham bukan disebabkan oleh penghasilan yang lebih sedikit dari tahun lalu. Tapi, lebih dipengaruhi oleh menurunnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Euro. Padahal, gajinya di LA Galaxy diukur dengan USD. Demikian pula produk-produk sponsor dia.       

Apapun alasannya, ini memang eranya Messi. Dia sudah semakin matang, baik di lapangan maupun di luar lapangan. Ketika bersama tim, Messi tidak hanya menunjukkan kebintangannya, tapi juga mampu mengangkat performa Barca secara keseluruhan.

Di luar lapangan, pemuda 22 tahun itu semakin mampu membawa dirinya. Dia juga kian selektif memilih tawaran sponsor. Sebisa mungkin, produk yang ingin menjadikan dia sebagai ikon harus mampu mengangkat citranya. Dia bukan saja pemain terbaik Eropa dan dunia, tapi juga bintang iklan yang laris. Penghasilan dari sektor sponsor melebihi gaji yang diterimanya di Barcelona.

Seringnya dia tampil di layar kaca sebagai model produk mengingatkan publik pada proyek coba-coba Messi pada 2008 lalu. Saat itu ia mencoba merambah dunia model dengan menjadi ikon pakaian dalam Lody. Maksudnya sih meniru Beckham yang sukses jadi ikon Armani atau Frederick Ljunberg yang memukau lewat balutan celana dalam Calvin Klein. Tapi, Messi malah dihujat.

DAVID Beckham harus lengser dari statusnya sebagai pesepak bola dengan penghasilan terbesar. Berdasarkan survei yang dilakukan majalah sepak bola

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News