Miris, Atlet Berprestasi Ini Dicoret Lantaran Tak Setor Uang

Miris, Atlet Berprestasi Ini Dicoret Lantaran Tak Setor Uang
Farid Atlet Paralympic tolak peluru (tengah), Elda Atlet Paralympic judo kelas 66 (kanan) dan Andri Perkasa Kantaprawira Inisiator (tengah) tunjukkan surat ke Presiden. Foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/JABAR EKSPRES

Atlet lainnya Ganjar Jatnika, 35, salah seorang atlet lari yang juga berprestasi dalam ajang Peparnas 2016 dan Asian Para Games 2015 mengaku sangat menyayangkan keputusan NPC yang tidak mengikutsertakan atlet berprestasi karena tidak menyetor uang kontribusi.

”Walaupun saya pribadi dari segi usia sudah tidak berpotensi teu kunanaonlah teu kaajakan deui ge, cuman ini adik-adik saya, apalagi Farid ini kan pemecah rekor, mungkin di kelas asia tenggara masih bisa bersaing," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, jika harus menyetorkan uang agar bisa ikut berkompetisi dalam ajang Asian Para Games 2018, dirinya memperkirakan besaran uang yang harus diberikan kepada NPC adalah Rp 150 juta.

”Uang Rp 150 juta kalau dipake usaha buat saya mungkin bisa lebih berguna dan bermanfaat dibanding buat setor lagi," kata dia.

Diharapkan Farid, untuk menyelesaikam permasalahan tersebut dirinya meminta ada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ulang. Selain itu, dirinya juga meminta sistem setoran tersebut dihilangkan karena NPC dinilai sudah memiliki amggaran dari pemerintah.

”Kalau bisa dihilangkan, tapi kalau tidak bisa paling besar hanya 5 persen. NPC sudah ada anggaran kenapa harus motong lagi. ," kata dia. (mg1/ign)


Seorang atlet disabilitas di Jawa Barat bernama Farid Surdin, 26, mengaku kecewa karena dirinya tidak masuk pelatihan nasional (Pelatnas) Asian Para Games 2018.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News