JPNN.com

Misbakhun: Perlu Merevitalisasi Nilai Kepahlawanan

Senin, 11 November 2019 – 19:35 WIB Misbakhun: Perlu Merevitalisasi Nilai Kepahlawanan - JPNN.com
Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar H. Mukhamad Misbakhun (kiri) saat menjadi pembicara pada Dialog Empat Pilar dengan tema Memaknai Semangat Hari Pahlawan di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Senin (11/10). Foto: Humas MPR

jpnn.com, JAKARTA - Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar H. Mukhamad Misbakhun mengatakan diperlukan upaya merevitalisasi nilai-nilai kepahlawanan seperti yang dulu dipegang oleh para pejuang. Terlebih, saat ini rasa kebersamaan dan gotong royong mengalami erosi di kalangan masyarakat. Terbukti, masyarakat makin individualisme, dan mementingkan keperluan pribadi, dibanding orang lain.

Pahlawan, menurut Misbakhun tidak bisa hanya diartikan sebagi pejuang kemerdekaan. Tetapi, saat ini pahlawan harus dimaknai sebagai orang-orang yang berbuat baik untuk orang lain. Sebagaimana para pejuang berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara. Oleh karena itu, orang yang membayar pajak sesuai kewajibannya, pendiri UMKM yang memberi kesempatan pekerjaan bagi orang lain, juga patut digelari pahlawan.

“Di era kekinian, perjuangan kita adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan. Karena itu mereka yang berpartisipasi secara maksimal dalam pembangunan, dikatakan mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, dan itu layak diberikan apresiasi,” kata Misbakhun.

Pernyataan itu disampaikan Misbakhun saat menjadi pembicara pada Dialog Empat Pilar, dalam rangka memperingati hari Pahlawan 10 November 2019. Dialog dengan tema Memaknai Semangat Hari Pahlawan, itu berlangsung di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Senin (11/10).

Selain Misbakhun, ada dua narasumber lain yang ikut menyampaikan pendapatnya seputar memaknai semangat hari pahlawan, keduanya adalah Muchamad Nabiel Haroen anggota MPR Fraksi PDI Perjuangan dan Pengamat CSIS J. Kristiadi.

Merevitalisasi nilai-nilai pahlawan, kata Misbakhun juga perlu dilakukan di kalangan generasi muda. Apalagi saat ini generasi millenial menghadapi ancaman radikalisme dan tawaran menggunakan ideologi baru. Jangan sampai, karena tidak mengenal nilai-nilai kepahlawanan, generasi muda dengan mudahnya larut dalam radikalisme maupun mengganti ideologi baru dalam berbangsa dan bernegara.

Pernyataan serupa disampaikan anggota MPR Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabiel Haroen. Sesuai asal katanya, pahlawan berasal dari kata Pala, atau buah pala, yang berarti orang yang melakukan sesuatu, atau berbuat sesuatu.

Karena itu, sudah tepat jika istilah pahlawan disematkan kepada orang yang melakukan sesuatu buat orang lain. Ini sesuai dengan hadis nabi, yang berarti, setiap kamu adalah pemimpin. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungan jawabannya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...