JPNN.com

Misbakhun Yakini New Normal Bakal Aktifkan Ekonomi di Masa Pandemi, Begini Analisisnya

Rabu, 03 Juni 2020 – 11:55 WIB Misbakhun Yakini New Normal Bakal Aktifkan Ekonomi di Masa Pandemi, Begini Analisisnya - JPNN.com
Anggota Komisi XI DPR M Misbakhun. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengungkapkan keyakinannya bahwa fase normal baru atau new normal pada masa pandemi COVID-19 akan kembali menggerakkan perekonomian Indonesia. Menurutnya, melalui new normal pula akan ada reaktivasi perekonomian.

Legislator Golkar itu mengaku sudah melihat tanda-tanda positif dari fase new normal yang masih dalam tahap persiapan. “Era new normal sudah disambut baik dengan menguatnya rupiah di mata dunia dan sentimen investasi yang terus tumbuh pada IHSG,” ujar Misbakhun melalui akunnya di Twitter yang dilihat jpnn.com, Rabu (3/6).

Mantan amtenar di Direktorat Jenderal Pajak itu menambahkan, belum lama ini Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil jajak pendapat tentang 158 wilayah yang bisa kembali melakukan aktivitas kerja pada masa pandemi COVID-19. DKI Jakarta yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pun diyakini sebagai daerah yang bisa melakukan aktivitas kerja lagi.

Misbakhun menjelaskan, pemerintah mulai menyosialisasikan kebijakan new normal karena pandemi COVID-19 diperkirakan akan berlangsung lama. Di sisi lain, tuturnya, kehidupan perekonomian masyarakat tidak boleh dibiarkan terlalu lama terhambat.

Mantan influencer bidang perekonomian Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 itu lantas menyodorkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I (Q1) 2020 yang hanya mencapai 2,97 persen. Menurutnya, capaian itu jauh dari target kuartal I 2020 yang diharapkan mencapai kisaran 4,5-4,6 persen.

Selama Q1 2020, sambungnya, pertumbuhan konsumsi cuma 2,84 persen, padahal biasanya masih di kisaran 5 persen. Yang patut dicatat adalah konsumsi berkontribusi sekitar hampir 57 persen pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara