Mohon Doa Restu Melalui Wawancara Televisi

Mohon Doa Restu Melalui Wawancara Televisi
ARTY ARDHILA. Pembawa Baki Bendera Dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi ini adalah Siswi SMA N I Bengkalis Riau. Bercita-Cita Menjadi Dokter, Mengaku Harus ketika mendengar Dentuman Meriam. FOTO :Agus Srimodin/jpnn
Upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke-65 kali ini bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 1431 Hijriyah, sama seperti saat Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, 65 tahun silam.

           

Dentuman 17 kali meriam diiringi sirine sekitar satu menit membuat ribuan orang yang memadati Istana Merdeka Jakarta terdiam. Presiden SBY didampingi ibu negara Ani Yudhoyono, dan Wakil Presiden Boediono didampingi ibu Herawati bersama seluruh undangan VIP berada di atas panggung depan halaman Istana Merdeka.

Teks proklamasi dibacakan oleh Ketua DPD RI Irman Gusman, dilanjutkan doa oleh Menteri Agama Suryadharma Ali. Hadir pada upacara khidmat itu seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, duta besar dan perwakilan negara sahabat, ratusan wartawan asing dan dalam negeri, serta ribuan pelajar yang tergabung dalam grup Gita Bahana Nusantara.

Komandan upacara Kolonel Iwan Isnurwanto MAP, dari Mabes TNI Angkatan Laut. Pembawa baki ialah Arty Ardhila, siswa SMA Negeri 1 Bengkalis, Riau. Perempuan muda ini kelahiran Bengkalis, 2 Januari 1993. Pasukan pengibar bendera ialah I Nyoman Agus Santika Ardiana (siswa SMA Negeri 1 Kuta, Bali), Putra Dwi Alfons (SMA Negeri I Limbato, Gorontalo), dan Ismail Husain (SMA Model Terpadu Madani, Sulteng). (gus/jpnn)


JAKARTA - Upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke 65 di Istana Negara  benar-benar menjadi hari istimewa bagi Arty Ardhila, Siswi SMA


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News