MPR: Solidaritas dan Kedermawanan Jadi Modal untuk Wujudkan Keadilan Sosial

MPR: Solidaritas dan Kedermawanan Jadi Modal untuk Wujudkan Keadilan Sosial
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Humas MPR

Oleh karena itu, jelas Rerie, langkah pertama penerapan nilai-nilai Pancasila adalah lewat pengoptimalan ruang mendengarkan setiap persepsi dalam perumusan kebijakan.

Mengamati dinamika sosial dampak dari tantangan, membentuk pola pikir positif untuk membangun kesadaran sosial.

"Perwujudan kebijakan pun bersumber dari hasil musyawarah, sehingga pembentukan sistem atau model aksi bisa diimplementasikan," ujarnya.

Di akhir pemaparannya, Rerie mengajak agar pemerintah menjalin kolaborasi yang baik dengan masyarakat dalam penanggulangan pandemi Covid-19 di tanah air.

"Kita tak hanya berhadapan dengan wabah, tetapi juga ujian terhadap kemanusiaan. Kita bisa memilih, memberi yang terbaik bagi generasi berikut atau mengulang siklus kelalaian yang sama. Keputusan kini tentukan masa depan. Biarkan mereka mengingat, kita pernah dan telah bekerja keras melawan pandemi," pungkasnya.

Sementara itu, Rosihan Arsyad, anggota Board Of Trustee United in Diversity berpendapat, setiap zaman memiliki tantangannya masing-masing dan dia percaya Pancasila memiliki semua jawaban atas tantangan itu.

"Tetapi semua itu tergantung manusia yang melaksanakannya. Perubahan di dunia berawal dari perubahan perilaku manusianya," ujar Rosihan sambil mengingatkan perlunya menanamkan pola sikap berdasarkan ideologi bangsa bagi generasi penerus untuk mempertahankan pelaksanaan nilai-nilai Pancasila.

Gubernur Lemhannas Agus Widjojo mengingatkan saat ini banyak ideologi-ideologi dari luar yang ditawarkan di tengah informasi dunia yang semakin terbuka.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan wabah Covid-19 di Tanah Air sangat jelas menghantam sisi keadilan sosial kita, dimana kemiskinan dan kesenjangan sosial berpotensi bertambah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News