Munas Tandingan PPRN Dianggap Liar

Munas Tandingan PPRN Dianggap Liar
Munas Tandingan PPRN Dianggap Liar
JAKARTA - Lima orang perwakilan dari peserta munas Partai Peduli Rakyat Nasional(PPRN) di Pondok Bambu, mengakui bahwa mereka menghadiri munas liar. Pasalnya setelah berkahirnya munas, kelima orang tersebut menemui Sekjen PPRN, Maludin Sitorus dan menyerahkan pin PPRN sekaligus menyatakan mereka kalah dan mengakui bahwa PPRN yang sah adalah PPRN pimpinan Amelia Yani.

"Mereka menemui saya, dan menyerahkan pin. Mereka juga mengakui bahwa munas yang mereka hadiri adalah munas liar dan tak berdasar," kata Maludin kepada wartawan di Kantor PPRN, Jl Jambu, Menteng Jakarta Pusat, kemarin (21/3/2011).

Maludin menyatakan munas yang digelar oleh PPRN Pondok Bambu jelas-jelas tidak berdasarkan hukum, karena memang Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan Ham sudah diterimanya dan mengakui kepemimpinan Amelia Yani sebagai ketua umumnya.

“Awalnya kan mereka menggugat Ibu Amelia Yani ke PTUN dan PN Pusat, lalu menggugat menteri. Ketiganya kalah, dan peserta munas yang diwakili oleh Feri Sitorus juga telah mengakuinya, bahwa Munas itu liar, dalam waktu dekat mereka akan hadir ke kantor kami, untuk minta maaf,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Maludin, partainya tengah konsen dalam mengahadapi join verifikasi dengan 9 partai. “Kita konsen untuk sukses verifikasi itu ditandai dengan bergabung PPRN dengan 9 partai,” tegasnya.

JAKARTA - Lima orang perwakilan dari peserta munas Partai Peduli Rakyat Nasional(PPRN) di Pondok Bambu, mengakui bahwa mereka menghadiri munas liar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News