Rabu, 21 Agustus 2019 – 23:00 WIB

Musim Banjir, Perbanyak Sumur Resapan

Kamis, 23 September 2010 – 08:56 WIB
Musim Banjir, Perbanyak Sumur Resapan - JPNN.COM

JAKARTA -- Banjir yang sering terjadi di lingkungan pemukiman mulai membuat partai politik ikut berpikir keras upaya mengatasinya. Seperti Partai Golkar DKI Jakarta. Kampanye gerakan peduli air akan digalakkan di level yang paling bawah secara maraton. Selain gerakan menghemat air, digalakkan juga kampanye memperbanyak lubang biopori atau sumur resapan. Semakin banyak sumur resapan dibuat, genangan yang mungkin terjadi bisa diminimalisasi. Dengan cara tersebut, pelestarian air bawah tanah juga bisa bisa dijaga.

“Saat ini penggunaan air sangat tidak seimbang. Penyedotan air bawah tanah luar biasa. Penggunaannya juga banyak berlebihan. Kalau musim kemarau kekeringan, kalau musim penghujan kebanjiran,” ujar Ketua DPD I Golkar DKI Prya Ramadhani disela peresmian sumur resapan di kantor Golkar DKI, Cikini, Jakarta Pusat,  kemarin. 

Upaya pemerintah dalam membangun sumur resapan memang sudah cukup banyak. Namun, dibanding dengan penyedotan air tanah masih sangat kecil. Sehingga, pembuatan sumur resapan harus digalakkan di tingkat masyarakat paling bawah. Dalam program yang akan digencarkan, Golkar DKI akan membidik fasilitas umum serta pemukiman warga. Seperti masjid yang ada di setiap kelurahan atau kecamatan. Sebagai contoh, jika di Jakarta ada 5.000 masjid, jika setiap masjid membuang dua kubik air per minggu, berarti dalam sebulan delapan kubik air terbuang. Jika 5.000 masjid, air yang terbuang dalam sebulan ada 40 juta liter air.

Dari laporan BPLHD DKI hingga akhir tahun lalu, lima wilayah DKI terus melakukan penambahan lubang biopori. Seperti Jakarta Pusat ada 85.682 titik lubang biopori yang dilakukan di delapan kecamatan. Masing-masing, Tanah Abang, Menteng, Senen, Cempaka Putih, Johar Baru, Kemayoran, Sawah Besar serta Gambir. Selain di kecamatan, biopori di tempat itu juga digeber PKK dan JGC.

Kemudian di Jakarta Timur ada 77.219 titik. Pembuatan biopori di tempat itu disebar di 10 kecamatan. Seperti Pasar Rebo, Cipayung, Ciracas, Kramatjati, Makasar, Jatinegara, Duren Sawit, Matraman, Pulogadung serta Cakung. Termasuk juga JGC.

Sementara di Jakarta Barat ada 350.986 titik. Lalu di Jakarta Utara ada 21.549 titik. Biopori tersebar di enam kecamatan. Seperti Penjaringan, Pademangan, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading serta Cilincing. Kemudian di Jakarta Selatan ada 430.097 titik. Pembuatan biopori tersebar di 10 kecamatan. Seperti Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Pasar Minggu, Jagakarsa, Mampang Prapatan, Pancoran, Kebayoran Baru, Setiabudi, Cilandak serta Tebet. Sementara di Pulau Seribu ada 600 titik. (aak)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar