Minggu, 21 Juli 2019 – 16:22 WIB

Muslim AS Dihantui Ketakutan Jelang Idulfitri

Rabu, 05 Juni 2019 – 23:26 WIB
Muslim AS Dihantui Ketakutan Jelang Idulfitri - JPNN.COM

jpnn.com, NEW YORK - Hari terakhir Ramadan di Amerika Serikat tak semeriah negara-negara lain. Tempat-tempat ibadah dijaga ketat aparat kepolisian bersenjata.

Dilansir Pacific Standard Magazine online, meningkatnya Islamofobia selama masa kepresidenan Donald Trump menyebabkan aparat mengambil langkah tersebut. Majalah yang bermarkas di Santa Barbara, California itu juga membahas meningkatnya kekhawatiran kejahatan rasial di AS dan luar negeri mendorong para pemimpin komunitas dan penegak hukum melakukan tindakan pencegahan.

Menjelang Ramadan tahun ini, kelompok advokasi Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) mendorong masyarakat untuk membangun hubungan dengan penegak hukum dan menjalin komunikasi dengan kelompok agama dan minoritas lain untuk membangun daftar kontak darurat jika ada ancaman terhadap keselamatan masyarakat.

"Tampaknya pembantaian Selandia Baru dan meningkatnya kekerasan kebencian telah membuat Muslim Amerika lebih waspada, terutama di pedesaan lokasi jarang warga Muslim," kata Khaled Beydoun, profesor di University of Arkansas School of Law. Dia juga penulis American Islamophobia.

"Ini telah menggerakkan beberapa imam dan pemimpin masjid untuk meminta perlindungan polisi selama Ramadan, dan juga salat Id kehadiran mereka lebih banyak," kata Beydoun.

BACA JUGA: Muslim Denmark Rayakan Lebaran Mendadak

Sejak kepresidenan Trump, CAIR melaporkan peningkatan jumlah kejahatan kebencian terkait Islamofobia dan insiden bias lainnya. Pada tahun pertama Trump, laporan insiden Islamofobia di California, melejit 82 persen.

Pada 2016, ketika kampanye presiden, sikap anti-Muslim melampaui tingkat pasca 11/9. Biro Investigasi Federal AS atau FBI mencatat ada 307 insiden.

Sumber : RMCO.id
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar