Nagara Institute Dorong Pemerintahan Baru Benahi Persoalan Pupuk Demi Ketahanan Pangan

Nagara Institute Dorong Pemerintahan Baru Benahi Persoalan Pupuk Demi Ketahanan Pangan
Seminar Nasional Hasil Riset Pupuk dan Pangan dengan tema "Penguatan Faktor Input Pertanian dan Reformasi Tata Niaga Pupuk untuk Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan Usaha Pertanian" yang digelar Nagara Institute, Selasa (20/2/2024). Foto: supplied

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan saat ini produktivitas pertanian di Indonesia tengah mengalami penurunan.

Hal itu disebabkan oleh berkurangnya lahan pertanian, alokasi pupuk, hingga faktor perubahan iklim.

Amran menargetkan dalam 3 tahun mendatang setidaknya volume produksi petani bisa kembali ditingkatkan melalui sejumlah instrumen kebijakan, seperti pemanfaatan lahan rawa, hingga peningkatan anggaran subsidi pupuk.

"Kalau ini bisa kita garap (lahan rawa) katakanlah satu juta hektare per bulan, optimasi lahan rawa, insyaallah kondisi pangan kita pulih tiga tahun ke depan. Insyaallah kembali seperti semula," tutur Amran dalam seminar itu.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dalam forum itu menyampaikan saat ini harga beras di pasar memang tengah mengalami peningkatan bahkan tembus Rp 16 ribu per kilo.

Dia menjelaskan kondisi itu disebabkan oleh beberapa faktor. Persoalan pertama ada pada penurunan produksi di tingkat petani. Hal itu membuat penggilingan menjadi kesulitan mendapat gabah dan harga gabah ikut terkerek.

"Kenapa harga beras tinggi, karena produksi kurang, kenapa kurang, karena tanamnya tertunda, kenapa tertunda karena tidak ada air," ujar Arief.(fat/jpnn.com)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

Nagara Institute memberikan ekomendasi agar pemerintahan yang baru segera membenahi persoalan pupuk guna meningkatkan ketahanan pangan nasional.


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News