Nelayan Tak Melaut, Harga Ikan Melonjak

Nelayan Tak Melaut, Harga Ikan Melonjak
Nelayan Tak Melaut, Harga Ikan Melonjak
BANDA ACEH –  Akibat angin kencang melanda selama beberapa pekan terakhir, nelayan di Banda Aceh dan Aceh Besar memilih tidak melaut  sehingga harga ikan dipasaran menjadi melonjak hingga mencapai 40 persen dari hari biasanya. ”Selama beberapa hari ini, kita semakin sulit mendapatkan pasokan ikan dari nelayan," ujar Razali, seorang pedagang ikan di Lampulo, seperti diberitakan Rakyat Aceh (Grup JPNN).

Dia mengatakan, dampak dari minimnya pasokan ikan dari para nelayan  di tempat pelelangan ikan (TPI) Lampulo,  harga ikan menjadi meningkat tajam. ”Nelayan sudah dua minggu tidak melaut karena cuaca buruk dan gelombang tinggi," ujarnya.

Karena tidak ada pasokan dari nelayan lokal, pihaknya terpaksa mendatangkan  ikan dari Sumatera Utara yang harganya jauh lebih tinggi. Saat ini,  harga tongkol jenis cakalang ukuran dua kilogram  harganya mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu/Kg. Dulu satu keranjang harganya hanya sekitar Rp 200 ribu, sedangkan jenis ikan jeunara harganya kini Rp 22 ribu kini mencapai Rp28 ribu/Kg.

Sementara itu, sejumlah nelayan di Kabupaten Aceh Besar, mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari – hari selama, karena hasil tangkapan yang didapatkan sangat minim, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terpaksa berhutang. ”Hasil tangkapan  menurun drastis. Kita berharap cuaca kembali normal," ujar Murdani, salah seorang nelayan asal Pulo Aceh, Aceh Besar.

BANDA ACEH –  Akibat angin kencang melanda selama beberapa pekan terakhir, nelayan di Banda Aceh dan Aceh Besar memilih tidak melaut 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News