Sabtu, 22 September 2018 – 06:56 WIB

Nilai Unas SMA – SMK Turun tapi Asli

Rabu, 09 Mei 2018 – 10:06 WIB
Nilai Unas SMA – SMK Turun tapi Asli - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Dalam tiga tahun terakhir, nilai ujian nasional (Unas) SMA - SMK selalu mengalami penurunan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuturkan jika tahun ini 40 persen siswa SMA/SMK memiliki kemampuan lebih rendah dari standar Unas.

Menurut data yang dimiliki Kemendikbud, sekolah dengan indeks integritas rendah (kurang dari 50 persen, Red) rata-rata mengalami penurunan nilai sebesar 39 poin. Bahkan ada beberapa sekolah yang turun hingga 50 poin.

”Secara umum terjadi penurunan rerata nilai UN, terutama untuk mapel matematika, fisika, dan kimia,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemendikbud, Totok Suprayitno, Selasa (8/5).

Untuk SMA negeri maupun swasta rata-rata mengalami penurunan 0,93 poin. Terbesar di Matematika yang turun 3 poin. Selanjutnya Bahasa Inggris terjadi peningkatan 0,24 poin. ”SMA terjadi penurunan relatif lebih besar dibanding SMK,” katanya.

Peserta Unas yang berbasis komputer (UNBK) juga meningkat. Yang dulunya hanya 63 persen sekolah di Indonesia yang mengikuti UNBK, pada tahun ini meningkat menjadi 98 persen. Tahun ini ada 1.394.870 SMA, 417.032 MA, dan 1.460.965 SMK yang mengikuti UNBK.

Menurut Totok, perpindahan model ujian dari berbasis kertas ke berbasis komputer ini menjadi biangnya. Diduga pada saat ujian berbasis kertas banyak kecurangan. ”Dulu tinggi tapi palsu,” katanya.

Sedangkan dengan UNBK, kebocoran soal dan kecurangan berkurang. Sehingga menunjukkan hasil belajar siswa yang sebenarnya. Totok melihat jika sekolah yang sejak semula UNBK, hanya sedikit sekali yang mengalami penurunan nilai.

Sementara untuk soal dengan tingkat kesulitan tinggi atau higher order thinking skills (HOTS) dinilainya tidak terlalu berpengaruh. Sebab soal dengan pendekatan HOTS memang sudah dilakukan sebelumnya. Kemendikbud pada tahun ini memang menambah kesulitan soal HOTS. Namun menurut Totok sejumlah 5,7 ribu lebih siswa mampu mengerjakan soal HOTS. ”Bahkan ada yang mampu melampaui itu (target HOTS, Red),” ungkap Totok.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar