Obama Akui Kalah karena Rakyat Frustasi

Obama Akui Kalah karena Rakyat Frustasi
Obama Akui Kalah karena Rakyat Frustasi
Kendati partainya kalah telak dalam perolehan suara di house of representatives (DPR) alias majelis rendah parlemen, Obama tidak mau menyerah. Dia akan terus melanjutkan agenda politik dalam negerinya, meski berpotensi besar menuai penolakan dari DPR. "Saya harus bekerja lebih keras lagi, seperti yang dilakukan semua orang di Washington," tandas suami Michelle Obama tersebut.

   

Senada dengan Obama, Nancy Pelosi pun menyebut perekonomian sebagai penyebab utama kekalahan Demokrat. Ketua DPR yang segera lengser itu mengatakan bahwa partainya tidak beruntung. Sebab, perekonomian global, termasuk AS, sedang berada di titik terendah saat Demokrat mengambil alih kendali pemerintahan dari pendahulunya. Karena itu, dia tidak terlalu meratapi kekalahan partainya.

"Jika masyarakat tidak memiliki pekerjaan, mereka tidak akan pernah tertarik pada seberapa besar upaya Anda untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka atau memperbaiki perekonomian. Mereka hanya berorientasi pada hasilnya. Yakni, bahwa mereka mendapatkan pekerjaan kembali," terang perempuan pertama yang menjabat sebagai ketua DPR tersebut, dalam wawancara dengan ABC News.

   

Meski harus menelan pil pahit dalam separo perjalanan pemerintahannya, Obama dan para politisi Demokrat tidak mau terpuruk terlalu lama. Apalagi, Demokrat bukan baru kali ini kalah telak dalam pemilu sela. Sebelumnya, Ronald Reagan dan Bill Clinton pun harus mengakui keunggulan Republik dalam pemilu sela. Tapi, belajar dari kekalahan, dua mantan presiden Demokrat itu bangkit kembali pada paro waktu kedua.

WASHINGTON - Hasil pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang memberikan kemenangan besar bagi Partai Republik jelas menorehkan kekecewaan di hati Presiden

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News