JPNN.com

Oesman Sapta Tunjuk Said Aqil dan Gories Mere Sebagai Komisaris OSO Group

Kamis, 30 Januari 2020 – 23:54 WIB
Oesman Sapta Tunjuk Said Aqil dan Gories Mere Sebagai Komisaris OSO Group - JPNN.com
Oesman Sapta Odang. Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA

jpnn.com, JAKARTA - Chairman OSO Group Oesman Sapta Odang (OSO) mengangkat KH Said Aqil Siraj sebagai Presiden Komisaris OSO Group. Selain Kiai Said, Oesman juga mengangkat Letjen Polisi (Purn) Gories Mere sebagai Komisaris Independen OSO Group.

“OSO Group mendapat kehormatan karena Presiden Komisaris yang baru adalah Prof Dr KH Said Aqil Siraj. Sejak malam ini beliau menyatakan bersedia menjadi Preskom OSO Group. Kemudian, Komisaris Independen Letnan Jenderal (Purn) Gories Mere,” kata Oesman  saat Corporate Gathering OSO Group di Grand Ballroom Hotel Ritz Charlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/1) malam.

Ribuan karyawan yang bergerak di berbagai bidang di seluruh Indonesia di bawah pimpinan Presiden Director OSO Group Raja Sapta Ervian hadir dalam kesempatan itu. Hadir pula Serviati Oesman yang merupakan istri OSO, Raja Sapta Oktohari, putra OSO, dan anak perempuan OSO satu-satunya, Putri Selaras Oesman. Sementara, putra OSO lainnya, Raja Sapta Aji, tengah berada di luar negeri.

Mantan ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu meyakini bergabungnya KH Said Aqil dan Gories Mere, akan membuat OSO Group semakin besar. Karena itu, OSO juga mengajak seluruh karyawan OSO Group terus bersama-sama membangun dan membesarkan perusahaan.

“Atas nama keluarga dan organisasi saya berdoa semoga semua diberi berkah oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan membangun organisasi ini dengan hati nurani,” ujarnya.

Pria kelahiran Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat 18 Agustus 1950 itu mengatakan bahwa kedua tokoh ini juga akan menjadi kunci dalam rangka membangun kekuatan OSO Group dengan strategi 5S.

Ia menjelaskan S pertama adalah strategi. “Strategi apa yang ingin dibangun ke depan untuk memajukan perusahaan ini,” kata OSO. S kedua adalah struktur, S ketiga ialah skill. “Di sini, yang perlu diperhatikan adalah penempatan orang di posisi yang tepat. The right man in the right place,” ujar dia.

OSO melanjutkan, S keempat adalah sistem. Menurut OSO, kalau sudah ada strategi, struktur, dan skill, tetapi tidak memiliki sistem maka perusahaan tidak akan berjalan dengan maksimal. Nah, S yang kelima adalah speed and target. OSO bilang bahwa sebuah perusahaan harus memiliki target. Dalam mencapai target itu harus punya ukuran waktu. “Jadi, speed and target adalah kecepatan dalam pencapaian hasil daripada target itu sendiri,” katanya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri