Oknum Polwan Diduga Mencekik Seorang Ibu Rumah Tangga, Kapolda Dikirimi Surat

Oknum Polwan Diduga Mencekik Seorang Ibu Rumah Tangga, Kapolda Dikirimi Surat
Rabara bersama kuasa hukumnya mendatangi Polda Sumsel. Foto: dok palpos.id

jpnn.com, PALEMBANG - Rabara Roku mendatangi Polda Sumsel untuk menindaklanjuti laporannya sebagai korban penganiayaan oknum Polwan berpangkat AKBP dan suaminya yang seorang pengacara pada Kamis (21/10).

Tidak hanya dirinya, Rabara mengaku suaminya juga menjadi korban penganiayaan tersebut.

Ibu rumah tangga itu membuat laporan polisi pada Sabtu (9/10) lalu.

Dalam laporannya, Rabara mengatakan peristiwa penganiayaan yang dialaminya terjadi di kawasan perumahan Kenten Azhar, Talang Kelapa, Banyuasin, Sumsel pada Minggu (03/10) lalu.

“Pada saat itu pekerja saya sedang memasang pagar tanah di tempat kejadian perkara. Kemudian rombongan mereka (terlapor, red) tiba di lokasi sehingga di antara kami terjadi ketegangan,” ungkap Rabara, saat ditemudi di Mapolda, Kamis (21/10).

Saat orang Rabara memasang pagar, tiba-tiba datang rombongan terlapor dan menghalangi pekerja pelapor.

“Para pekerja tetap saya suruh memasang pagar karena tanah itu milik saya, saya juga mempunyai surat sertifikatnya," kata dia.

"Sementara rombongan terlapor yang datang dengan membawa cangkul, senjata tajam, pedang bahkan ada yang mengancam akan menembak. Semua ucapan mereka ada rekaman videonya.

Cekcok soal tanah, Rabara Roku yang seorang ibu rumah tangga mengaku dicekik oleh oknum Polwan, korban kemudian berkirim surat ke Kapolda Sumsel