Pajak Rajapaksa

Oleh Dahlan Iskan

 Pajak Rajapaksa
Dahlan Iskan.

Uang USD 40 dolar yang sudah saya pegang masuk ke saku lagi. Toh di Colombo, ibu kota Sri Lanka, saya harus ke kuil terbesar di situ. Seperti kalau ke Eropa harus ke gereja legendaris.

Dan lagi saya toh sangat familiar dengan kuil Buddha. Begitu banyak kuil Buddha yang mengundang saya --di Medan yang luasnya 30 hektare itu, di Jakarta yang dekat Ancol itu, di Gorontalo yang dekat teluk itu. Tak terhitung.

Buddha Empat Wajah di Kenjeran Surabaya saya juga yang diminta meresmikan. Demikian juga kuil yang di Samarinda --sampai teman saya yang Islam harus salat Asar di dalam kuil itu-- seijin biksu di situ.

Saya juga pernah diminta mewakili umat Buddha --untuk memberi sambutan di depan Bapak Presiden SBY di Borobudur.

Kini saya datang ke negara Buddha. Lebih 65 persen penduduk Sri Lanka adalah Buddha.

Ups, saya juga ingat saat di Kamboja awal tahun ini. Di Kamboja-lah saya mengurus visa ke India.

Saya pun ke perusahaan pengurusan visa. Tinggal serahkan copy paspor dan bayar di situ. Semua formulir ia yang mengisi.

Setelah semua berkas selesai barulah saya ke kedutaan besar India di Phnom Phen.

Saya pernah dua kali dianggap Buddha dan Buddhis. Buddha telah membuat saya lancar masuk ke Sri Lanka.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News