Pak Jokowi Memang Pilihan Rakyat, tetapi Periode Kedua Kepresidenannya Bakal Berat

Pak Jokowi Memang Pilihan Rakyat, tetapi Periode Kedua Kepresidenannya Bakal Berat
Presiden Joko Widodo usai menghadiri pelantikan anggota MPR/DPR/DPD, Jakarta, Selasa (1/10). Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Sekjen Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika Taufan Hunneman menilai Presiden Joko Widodo menanggung beban kerja yang cukup berat seiring dinamika yang berkembang. Menurutnya, presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu menghadapi berbagai aksi yang terbagi dalam empat kelompok.

Taufan mengatakan, kelompok pertama yang bergerak adalah mahasiswa bersama petani dan buruh yang memperjuangkan gagasan mereka, serta menentang kebijakan pemerintah yang dianggap tak berpihak kepada rakyat. Contohnya adalah aksi mahasiswa menolak revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Kedua, ada gerakan anarko sindikalis. Menurut Taufan, kelompok yang terdeteksi mengikuti beberapa unjuk rasa itu lebih bersifat ideologis. “Antikemapanan serta mempunyai watak perlawanan jangka panjang,” ujar Taufan, Minggu (6/10).

Ketiga adalah gerakan politik yang mengusung ideologi berbasis agama. Taufan menyebut gerakan itu terus-menerus mempromosikan gagasannya.

Keempat, kemungkinan adanya gerakan sebagai perang proksi. Taufan menyebut gerakan itu terbagi menjadi dua jenis, yakni lanjutan pola balkanisasi dan pengaruh politik internasional. 

"Saya kira hal ini perlu diketahui, sehingga dapat melakukan mapping atas gerakan yang ada dengan skala dan level yang berbeda," ujarnya.

Lebih lanjut Taufan mengatakan, Jokowi pada periode kedua kepresidenannya akan menghadapi persoalan berat. Namun, Taufan meyakini Presiden Ketujuh RI itu akan mengambil keputusan terbaik, terutama terkait UU KPK hasil revisi.

"Jokowi merupakan presiden terpilih dua periode, artinya pilihan rakyat. Karena itu, keputusan apa pun yang diambil pasti dengan pertimbangan pengalaman. Sementara khusus dalam pengamanan demonstrasi, kami berharap demonstran dan aparat keamanan sama sama mengedepankan budaya kesantunan," pungkas Taufan.(gir/jpnn)

Presiden Joko Widodo diprediksi bakal menanggung beban kerja yang cukup berat seiring dinamika yang berkembang.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News