Pakar: Tidak Ada Lagi yang Menerapkan Presidensial dan Parlementer Murni

Pakar: Tidak Ada Lagi yang Menerapkan Presidensial dan Parlementer Murni
Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Didik Supriyanto. Foto: tangkapan layar

“Tema diskusi hari ini lahir dari pembicaraan internal di DPP PSI. Kami beranggapan, setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang,” kata Dea .

PSI ingin mendorong percakapan politik menjadi lebih substantif dan sesuai kepentingan publik. Kepentingan publik dalam hal ini adalah bagaimana pemerintahan berjalan efektif dan di sisi lain demokrasi terjaga.

Sejumlah kelemahan sistem presidensial telah dipaparkan Dea dalam video yang ditayangkan di akun media sosial DPP PSI sejak akhir pekan lalu. (dil/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Didik Supriyanto mengatakan, tidak ada lagi negara yang menerapkan sistem presidensial atau pun sistem parlementer secara murni


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News