Pakistan

Oleh Dahlan Iskan

Pakistan
Foto/ilustrasi: disway.id

jpnn.com - Pertanyaan pertama saya adalah: di mana bisa beli kartu telepon lokal. Saat saya baru mendarat di bandara Lahore. Jumat pagi lalu.

"Setelah pintu keluar bagasi," jawab petugas bandara.

Ok. Berarti lebih mudah dari di Beirut dulu. Yang saya harus ke kota dulu. Cari kios penjual SIM card.

Baca Juga:

Ruang penjual kartu telepon ini sebenarnya besar sekali. Tapi penuh dengan benda berserakan. Termasuk kursi-kursi tidak terawat.

Saya tidak pilih-pilih. Diberi SIM card Ufone. Terbesar dari lima perusahaan telkom yang ada di Pakistan.

Saya kemukakan kebutuhan komunikasi saya: lebih banyak data dari bicara. Saya minta paket yang terbesar.

Saya diberi 2 GB. Untuk keperluan satu minggu. Saya ragu. Apakah bisa pulang dalam waktu satu minggu. Saya pun minta tambahan 1 GB lagi. Ternyata tidak bisa top up di situ. Saya diberi SIM lain lagi. Yang berisi 1 GB.

Saya copot kartu Amerika saya. Saya ganti dengan Ufone. Kartu Indonesia tetap ada di dalam. HP saya memang bisa untuk dua kartu.

Kartu Indonesia ya saya off-kan. Untuk menghindari roaming internasional. Toh isinya nanti hanya akan lebih banyak hasutan. Dari dua kubu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News