Kamis, 13 Desember 2018 – 16:24 WIB

Pamela Kosin, Komposer Musik Klasik Masa Depan

Jumat, 30 November 2018 – 10:05 WIB
Pamela Kosin, Komposer Musik Klasik Masa Depan - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Pamela Kosin diklaim akan menjadi komposer musik klasik andal di masa depan. Gadis pemalu ini sudah berhasil mengukir sederet prestasi di pentas internasional

Dedi Yondra - Jakarta

Sepuluh hari lalu, JPNN dihubungi Wendi Putranto, jurnalis senior sekaligus pengamat musik kenamaan. Dia merekomendasikan untuk mewawancara seorang musisi perempuan bernama Pamela Kosin.

Menurutnya, Pamela Kosin layak mendapat apresiasi. Sebab sederet prestasi telah diukirnya di pentas internasional. Dan yang lebih menarik, Pamela Kosim bukan penampil yang memainkan musik atau bernyanyi di atas panggung. Pam, sapaannya, adalah komposer musik klasik. "Kebetulan dia lagi di Jakarta, jadi kalau tertarik mau wawancara," kata Wendi Putranto, saat itu.

Berawal dari obrolan tersebut, perjumpaan dengan Pamela Kosin pun dilakukan di sebuah pusat Jakarta, pada Rabu (28/11). Kesan pertama yang JPNN tangkap saat bertemu Pamela Kosin adalah, dia orang yang pemalu. Pantas dia memilih jadi komposer, bukan penampil.

Perlahan Pam, sapaan akrab Pamela Kosin, mulai menceritakan perjalanan awal karier hingga kini mulai mencuat di panggung musik Amerika Serikat. Pam, rupanya putri sulung dari musisi Aminoto Kosin yang pada dekade ’80-an sempat bergabung dengan grup jazz legendaris Karimata. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, dia mewarisi genetika musik dari sang ayah. Pada umur lima tahun Pam tertarik belajar biola karena sering ikut ayah ke panggung atau latihan.

"Pengaruh terbesar saya bermusik dari ayah. Dari kecil saya sudah terbiasa mendengar musik terus kursus piano klasik dan kemudian bermain biola. Dan sangat terinspirasi setelah saya diajak ayah nonton orkestra," kata Pamela Kosin.

Saat itu, Pam perlahan menyukai musik klasik seiring dengan bakatnya di seni rupa. Dia pun tertarik mempelajarinya lebih jauh dengan keinginan masuk sekolah seni di Amerika Serikat. Saat itu dia termasuk dari 20 orang mahasiswa penerima beasiswa dari 11 ribu mahasiswa yang berkuliah di Savannah College of Art and Design. Hebatnya Pam menyelesaikannya dengan prestasi yang gemilang, cum laude.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar