Pandemi Covid-19 Tingkatkan Budaya Ngemil di Masyarakat

Pandemi Covid-19 Tingkatkan Budaya Ngemil di Masyarakat
Konferensi pers soal hasil survei tahunan Mondelez International The State of Snacking yang menemukan pentingnya peran camilan bagi kesehatan mental di masa pandemi ini. Foto tangkapan layar zoom

jpnn.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan masyarakat di seluruh dunia, salah satunya terkait budaya mengonsumsi camilan.

Hal ini terungkap dari survei tahunan Mondelez International The State of Snacking, yang menemukan pentingnya peran camilan bagi kesehatan mental di masa pandemi ini.

"Sebanyak 93 persen responden mencari camilan untuk meningkatkan kesehatan mental, lebih tinggi dibandingkan data global yang tercatat yakni 75 persen," kata Rizky Maulana Kurniawan, Head of Category Plan and Activation Mondel Indonesia dalam konferensi pers daring, Selasa (8/3).

Sebanyak 72 persen responden juga mengatakan, motivasi utama mereka dalam memilih camilan adalah sebagai hadiah untuk diri mereka sendiri (self-reward).

Kegiatan ngemil dianggap sebagai waktu untuk melepaskan diri dari beban mental yang mengelilingi setiap hari.

"Survei juga mendapati bahwa 61 persen setuju bahwa camilan memang seharusnya ditujukan untuk kebahagiaan atau kepuasan diri," kata Rizki.

Memahami pentingnya peran camilan untuk kesehatan mental tersebut, Khrisma Fitriasari, Head of Corporate and Government Affairs Mondelez Indonesia mengajak masyarakat menerapkan #JamNgemil, yaitu meluangkan waktu sejenak di antara kesibukan untuk menikmati camilan favorit.

Momen ini bisa digunakan sebagai cara sederhana dalam menyenangkan dan mengapresiasi diri.

Pandemi Covid-19 ternyata meningkatkan budaya ngemil di masyarakat karena untuk kesehatan mental.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News