Papua Nugini Siapkan Pengemudi Bus Perempuan Pertama

Papua Nugini Siapkan Pengemudi Bus Perempuan Pertama
Papua Nugini Siapkan Pengemudi Bus Perempuan Pertama
Papua Nugini Siapkan Pengemudi Bus Perempuan Pertama
Empat bus ini akan membantu para perempuan tetap aman di Papua Nugini.

Supplied: Ginigoada Foundation

Mayoritas perempuan korban kejahatan transportasi publik

Layanan bus Meri Seif sangat disambut baik di Port Moresby, kota yang disebut survei badan perempuan PBB menunjukkan mayoritas perempuan telah menjadi korban kejahatan transportasi publik.

Yayasan Ginigoada ingin membuat bus Meri Seif bisa bertahan secara swadaya, dengan turut meluncurkan layanan bus berbayar.

Mike Field mengatakan, proyek itu akan menunjukkan bagaimana seharusnya layanan transportasi publik: bersih, aman dan -dalam upaya revolusioner bagi Port Moresby -beroperasi tepat waktu.

Papua Nugini Siapkan Pengemudi Bus Perempuan Pertama
Sebagian besar perempuan di Port Moresby telah menjadi korban kejahatan transportasi publik.

ABC News: Eric Tlozek

Transportasi publik dikenal kotor dan tak aman

Transportasi publik yang ada saat ini di Port Moresby dijalankan dengan sejumlah bus yang dimiliki swasta dan dikenal dengan nama Public Motor Vehicles (Kendaraan Bermotor Umum), atau PMV.

Mereka dikenal begitu kotor, tidak aman dan tak bisa diandalkan dan hanya berhenti di halte utama ketika penuh, membuat penumpang mengantre dalam waktu lama, yang membuat mereka berisiko mengalami kejahatan jalanan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News