Papua Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Ini Harapan Warga untuk Prabowo

"Kalau [pemerintah] tidak mendengarkan, tapi langsung mengambil kebijakan yang tidak menyenangkan, … ya karena kita manusia, sebagai manusia, masyarakat akan terpancing emosi untuk melawan balik, melakukan balasan," kata Aki Kobak, warga Jayapura
Siklus kekerasan telah membakar sumbu kebencian kedua belah sisi.
Dalam sebuah video yang beredar awal tahun ini tentara indonesia terlihat memukuli orang papua yang berdarah di dalam tong dengan tangan terikat.
Tiga belas tentara kemudian ditangkap dan TNI mengeluarkan pemintaan maaf.
Perlakuan yang berbeda
Namun, hal itu tidak memperlambat kehadiran militer yang semakin meningkat di Papua.
Sinyal lain kehadiran militer semakin banyak di Papua merujuk pada laporan adanya pengerahan tentara Indonesia untuk memastikan proyek pembangunan di Merauke dapat terus berlanjut tanpa perlawanan.
Bulan lalu, alat-alat berat mulai menebang dua juta hektar lahan di Merauke untuk dijadikan sawah yang merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk mengerek produksi pangan domestik.
Sejumlah kelompok pemerhati dan pembela lingkungan menyebutnya sebagai proyek penggundulan hutan terbesar di dunia.
ABC memperoleh akses langka ke provinsi Papua Barat untuk berbicara dengan warga Papua menjelang pelantikan Prabowo Subianto, seorang mantan jenderal militer yang dituduh pernah melakukan pelanggaran hak asasi manusia
- Apa Arti Kemenangan Partai Buruh di Pemilu Australia Bagi Diaspora Indonesia?
- Dunia Hari Ini: Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Lagi Anthony Albanese
- Tingkat Kepuasan terhadap Pemerintah Capai 80 Persen, Peran TNI-Polri Dinilai Signifikan
- Hasan Nasbi Hadiri Sidang Kabinet Meski Sudah Mengundurkan Diri, Kok Bisa?
- Mensos Sebut 5 Ribu Siswa Lulus Administrasi untuk Masuk Sekolah Rakyat
- Robert Kardinal Sebut Masyarakat Papua Kecewa dengan Pelaksanaan Pemekaran