Para Korban Sodomi Ungkap Fakta Baru

Para Korban Sodomi Ungkap Fakta Baru
Ilustrasi. Foto: dok.JPNN

 Saking takutnya, mereka tidak berencana mengungkapkan perlakuan itu kepada siapa pun.

Tapi, tiga korban itu luluh karena kelihaian hakim dalam menggali keterangan. Bahkan, orang tua mereka tidak mengetahui sebelumnya.

Mereka baru tahu hal tersebut saat mendampingi anak-anaknya sebagai saksi dalam sidang. Saking kagetnya, sampai ada orang tua yang menangis sesaat setelah mendengar pengakuan tersebut.

Fariji, pengacara Aan dari Lembaga Bantuan Hukum Lacak, saat dikonfirmasi mengatakan, kliennya tetap membantah telah menyodomi korban. Menurut dia, sejak awal Aan hanya mengakui menggerayangi.

"Melakukan kekerasan juga tidak," ucapnya.

Dia mempertanyakan balik bukti tuduhan sodomi terhadap empat korban tersebut. Fariji mengaku baru percaya jika ada visum yang menyebut bahwa mereka telah disodomi. Tapi, dia yakin bukti itu tidak ada. Dengan begitu, pengakuan adanya pencabulan melalui saluran pembuangan air besar patut dipertanyakan.

Di sisi lain, rencana Aan menghadirkan psikolog sebagai saksi yang meringankan akhirnya urung direalisasikan. Sebab, persidangan yang menghadirkan saksi sudah berakhir.

Jaksa kini sedang menyiapkan tuntutan yang akan dibacakan dalam sidang dua pekan mendatang. Dengan begitu, tidak ada lagi kesempatan untuk menghadirkan saksi.

Sementara itu, Irene Ulfa, jaksa yang menyidangkan perkara tersebut, menolak berkomentar mengenai hal tersebut. Dia meminta untuk menunggu sampai pembuktian selesai dilakukan.

"Nanti kalau putusan kan sidangnya terbuka. Dilihat saja," ujarnya.  (eko/c6/git/flo/jpnn)


SURABAYA – Para korban sodomi akhirnya membuka semua borok  Triono Agus Widianto alias Aan pelaku pencabulan. Ulah Aan semakin terkuak


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News