PARAH: Malut Tak Siap Hadapi MEA

PARAH: Malut Tak Siap Hadapi MEA
Ekonom Maluku Utara Dr. Mukhtar Adam. FOTO: Malut Pos/JPNN.com

jpnn.com - TERNATE – Maluku Utara (Malut) dinilai tak siap menghadapi penerapan program Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang berlaku mulai tahun depan. Penilaian itu disampaikan ekonom Malut Dr. Mukhtar Adam.

Menurutnya, Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba dan jajarannya, tidak memiliki komitmen menciptakan SDM yang kompetitif menghadapi MEA.

“SDM yang kompetitif diperlukan karena dapat berinovasi menghadapi kompetisi global,” kata Mukhtar Adam seperti dilansir Malut Pos (Grup JPNN.com).

Menurutnya, SDM berkualitas mampu mengelola sumber daya alam di sektor perikanan, perkebunan dan pertambangan. Apalagi sektor pertambangan di Malut saat ini dieksploitasi secara masif.

“Kita tidak bisa menyerahkan seluruh pengolahan tambang emas kepada bangsa-bangsa asing,” jelas Mukhtar.

Dia menegaskan, pemprov seharusnya mampu menyusun regulasi yang bagus secara governance to governance (g-to-g), business to business (b-to-b) atau governance or business (g-or-b) dalam mengolah sektor pertambangan.

Pemerintah daerah harus melakukan negosiasi agar  mereka memiliki saham di perusahaan pertambangan. Selain itu, negosiasi untuk menyiapkan top management dan middle management yang bisa diserap di angkatan kerja untuk mengelola pertambangan.

“Tidak pernah pemerintah melakukan ini, malah menjadi pengemis meminta-minta kepada para investor sektor pertambangan. Seperti minta hibah ke NHM dan Antam, ini mindset yang salah,” tegasnya.

TERNATE – Maluku Utara (Malut) dinilai tak siap menghadapi penerapan program Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang berlaku mulai tahun depan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News