Selasa, 20 Agustus 2019 – 06:18 WIB

Partai Islam Dinilai Mengecewakan

Rabu, 21 Maret 2012 – 10:07 WIB
Partai Islam Dinilai Mengecewakan - JPNN.COM

TOKOH Islam kecewa. Harapan pada partai berazaskan Islam mampu menjadi penawar dahaga umat, ternyata tak terpenuhi. Yang terjadi malah partai dijadikan kedok untuk mengeduk suara dan dukungan.

Kekecewaan ini tergambar dari tidak militannya partai Islam memperjuangkan kepentingan kaum Islam. Buktinya, semua aspirasi yang disampaikan pada kalangan terhormat itu, sama sekali jauh dari panggang dari api alias bukan yang diinginkan.

"Saya pikir Partai islam atau partai-partai lainya sama saja, gak ada bedanya,” nilai Ketua Forum Umat Islam (FUI) Jawa Barat, KH Athian Ali Da’i kepada Bandung Ekspres (Group JPNN).

Meski sebenarnya ada juga bedanya. Itu terletak pada pelaksanaannya. Yakni, antara yang mengaku berazaskan islam dan satunya lagi tidak. ”Ini saja yang membedakannya, azas yang melekat pada partai saja," sambung Athian.

Pernyataan serupa dilontarkan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Barat, Mursalin Dahlan. Secara terang-terangan Mursalin mengakui kecewa pada sikap partai-partai Islam.

Terutama, karena sering melupakan tujuan semula. Yaitu menegakan syariah islam di bumi ini. Padahal esensi perjuangan partai itu adalah menegakkan syariat dalam kiprah kehidupan sehari-hari.

Namun kenyataannya tidak diperjuangkan. "Keinginan terbesar kami, ya ingin agar syariat Islam memang ditegakkan. Saya piker itu cita-cita tertinggi seorang muslim di manapun," ucapnya.

Mursalin lalu menilai, semua partai yang berazaskan Islam saat sudah melenceng dari jalur semula. Bahkan terjebak pada politik praktis yang pragmatis seperti partai-partai lainnya. Meski begitu optimism masih ada. Setidaknya, sikap idealisme parpol Islam akan muncul di perhelatan Pemilu tahun 2014 nanti.

”Memang demikianlah halnya, seseorang tidak mungkin melakukan perjuangan politik yang penuh risiko bila dirinya tidak memiliki idealisme. Sungguh, kita menyaksikan ada orang yang mengaku berjuang di kancah politik tapi tidak memiliki idealisme perjuangan,”ucap lelaki yang pernah mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari American Institute of Management Studies (AIMS) Hawaii USA ini.(wam)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar