Patroli Malam, TNI Temukan 5 Karung Mencurigakan Tanpa Pemilik

Patroli Malam, TNI Temukan 5 Karung Mencurigakan Tanpa Pemilik
Personel Satgas Pamtas RI-RDTL menunjukan pakaian bekas yang ditemukan di perbatasan saat mengelar patroli malam. ANTARA/Ho-Humas Satgas Pamtas sektor Timur

“Perinciannya 175 potong baju dan sisanya 105 potong celana," tambah dia.

Menurut Bayu Sigit, temuan tersebut mengindikasikan masih adanya tindak pidana penyelundupan yang dilakukan oknum masyarakat yang bekerja sama dengan warga negara tetangga, meskipun pihaknya sudah beberapa kali menggagalkan aksi penyelundupan.

Dia bahwa sepekan yang lalu juga personel pos Lakmars berhasil menggagalkan penyelundupan tiga karung kayu cendana dari Timor Leste ke Indonesia. 

Hal yang sama juga terjadi pada lima karung pakaian layak pakai yang diduga berasal dari negara tetangga.

"Barang bukti sudah diamankan di Pos Mota Ain dan akan dikumpulkan di Mako Satgas untuk diserahkan kepada instansi terkait pada saat selesai penugasan," ujarnya.

Selain itu, Alumnus Akmil Magelang 2003 itu juga menginstruksikan seluruh pos jajarannya untuk terus melakukan patroli dengan melibatkan instansi terkait, Satgas Intelijen maupun masyarakat untuk meminimalkan tindak pidana penyelundupan maupun pelintas batas ilegal terutama jalur tikus yang jauh dari pantauan aparat.

"Jangan lengah, tetap waspada dan laksanakan patroli rutin untuk membatasi aksi pelitas batas dan pelaku penyelundupan di batas wilayah kedua negara," katanya. (antara/jpnn)  

Personel TNI dari Yonif 742/SWY mengamankan lima karung pakaian layak pakai bekas di sungai perbatasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota Ain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT.