PBB Janjikan Repatriasi Bermartabat untuk Muslim Rohingya

PBB Janjikan Repatriasi Bermartabat untuk Muslim Rohingya
Warga Rohingya di Myanmar. Foto: Picture Alliance/DPA/M Alam

jpnn.com, WASHINGTON DC - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan akan terus mendukung upaya untuk menciptakan kondisi bagi repatriasi pengungsi Rohingya secara sukarela, aman, bermartabat, dan berkelanjutan ke tempat tinggal mereka di Myanmar.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis untuk memperingati enam tahun eksodus Rohingya dari Myanmar, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Florencia Soto Nino mengatakan bahwa warga Rohingya masih menjadi pengungsi di dalam dan di luar negeri, termasuk sekitar satu juta warga Rohingya di Bangladesh.

“Kerentanan yang dihadapi oleh masyarakat Myanmar, termasuk Rohingya, diperparah oleh konflik yang sedang berlangsung dan kehancuran yang disebabkan oleh Topan Mocha," kata PBB.

Untuk itu, Sekjen PBB menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk melipatgandakan upaya untuk menemukan solusi yang komprehensif, inklusif, dan tahan lama yang dapat mengatasi akar penyebab diskriminasi dan kekerasan sistemik di Myanmar.

PBB juga menyeru pihak-pihak terkait untuk menanggapi krisis perlindungan dan kebutuhan kemanusiaan yang semakin meningkat sambil memperkuat upaya perlindungan pengungsi di wilayah tempat mereka melarikan diri dari penganiayaan dan kekerasan.

Mengingat bahwa Bangladesh telah menunjukkan komitmen kemanusiaan dan kemurahan hati yang harus diakui melalui “tanggung jawab bersama", PBB mengatakan bahwa lebih banyak hal harus dilakukan untuk mendukung Rencana Respons Bersama dan mencegah krisis kemanusiaan yang lebih luas.

“PBB berkomitmen untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk aktor regional, untuk membantu menyelesaikan krisis ini dan mengupayakan akuntabilitas dan keadilan bagi para korban menuju perdamaian berkelanjutan di Negara Bagian Rakhine dan seluruh Myanmar,” kata PBB dalam pernyataannya.

Rohingya digambarkan oleh PBB sebagai kelompok yang paling teraniaya di dunia dan menghadapi apa yang oleh kelompok hak asasi manusia disebut sebagai genosida.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Florencia Soto Nino mengatakan bahwa warga Rohingya masih menjadi pengungsi di dalam dan di luar negeri

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News