PDIP Sebut Pilpres 2014 Diwarnai Kecurangan

jpnn.com - JAKARTA - Pemilu presiden (pilpres) tanggal 9 Juli memang belum digelar. Namun, PDI Perjuangan (PDIP) selaku pengusung pasangan calon presiden (capres) Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menuding telah terjadi kecurangan suara.
Politisi PDIP, Rieke Diah Pitaloka menyebut indikasi kecurangan mengacu proses pemungutan suara di KBRI Hong Kong. Menurutnya, banyak WNI di Hong Kong yang tidak diperkenankan menggunakan hak pilihnya.
"Bahkan saat ini juga terjadi, seperti di Hong Kong, ada indikasi kecurangan di sana," kata Rieke dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (7/7).
Anggota tim sukses Jokowi-JK itu bahkan menyebut bahwa indikasi kecurangan sudah ditemukan sejak pemilu legislatif (pileg) April lalu. Tapi, anggota DPR RI ini tidak memperinci dugaan kecurangan dalam pileg yang dimaksudnya.
Hal senada juga disampaikan politisi senior PDIP yang juga Ketua MPR RI, Sidarto Danusubroto. Menurutnya, indikasi kecurangan pemilu tahun ini sistematis, mulai dari proses penghitungan suara sampai teknologi IT KPU.
Sidarto menegaskan bahwa menggunakan suara pada pilpres 2014 adalah hak seluruh warga negara Indonesia. Ia mengecam tindakan-tindakan yang berupaya menghalangi masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya.
"Saat ini aspirasi seluruh rakyat harus didengar dan tidak boleh dihalangi lagi oleh siapapun dan dengan cara apapun," ucapnya. (dil/jpnn)
JAKARTA - Pemilu presiden (pilpres) tanggal 9 Juli memang belum digelar. Namun, PDI Perjuangan (PDIP) selaku pengusung pasangan calon presiden (capres)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Jumlah Honorer Database BKN Ikut PPPK Tahap 2 Banyak Banget, Ini Datanya
- Masih Banyak Formasi PPPK Tahap 2 untuk Honorer, Jaga Semangat ya
- Pelamar CPNS 2024 Penuhi Passing Grade, tetapi Tidak Lulus, Masih Punya Harapan
- AstraZeneca dan CISC Serukan Pentingnya Skrining Kanker Paru Lebih Awal
- Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Menebar Hewan Kurban Hingga ke Pelosok Negeri
- Natalius Pigai Bakal Pertanyakan Vasektomi kepada Dedi Mulyadi