Pedagang Nasi Tewas dengan Kondisi 15 Luka Tusuk di Tubuh, Mengerikan

Pedagang Nasi Tewas dengan Kondisi 15 Luka Tusuk di Tubuh, Mengerikan
Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa ketika olah TKP pembunuhan seorang pedagang nasi di Lingkungan Gubug Mamben, Mataram, NTB, Selasa (21/9/2021). (ANTARA/Dhimas B.P.)

jpnn.com, MATARAM - IF, 44, pedagang nasi di Lingkungan Gubug Mamben, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dianiaya hingga tewas dengan 15 luka tusuk di sekujur tubuhnya.

"Ada (luka tusuk) di bagian dada, atas payudara, ulu hati, lengan dan paha," kata Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa usai melakukan olah TKP pembunuhan IF di Mataram, Selasa (21/9).

Kadek Adi menyampaikan hal tersebut sesuai dengan hasil visum luar jenazah korban. Kini jenazah korban disemayamkan di rumah duka dan rencananya akan dimakamkan pada Selasa (21/9) sore.

Dari identifikasi dikatakan Kadek bahwa korban masih berbesan dengan pelaku berinisial HU, 45. "Korban dengan pelaku ini masih ipar," ujarnya.

Kemudian tindak pidana penganiayaan yang berujung tewasnya korban dirumahnya itu terjadi pada Selasa (21/9) dinihari. Rumah korban dengan pelaku ini, jelasnya, masih berada dalam satu halaman.

"Ketika itu korban sedang tidur sendiri di ruang tamu. Kemudian pelaku datang dan langsung menikam korban dengan sebilah belati," ucapnya.

Suami korban yang mendengar teriakan di ruang tamu, langsung keluar dari kamar tidurnya. Ketika aksinya ketahuan, pelaku kabur dan bersembunyi ke dalam rumahnya yang berjarak tembok dengan rumah korban.

"Pelaku ini langsung mengambil tombak dan mengancam suami korban," kata Kadek Adi.

IF, 44, pedagang nasi di Lingkungan Gubug Mamben, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dianiaya hingga tewas dengan 15 luka tusuk di sekujur tubuhnya.