Sabtu, 20 Juli 2019 – 07:58 WIB

Pedrosa Belum Tentu Bertahan

Rabu, 28 Juli 2010 – 09:19 WIB
Pedrosa Belum Tentu Bertahan - JPNN.COM

POSE - Dani Pedrosa berpose di acara 'Meet and Greet' serta jumpa pers kunjungannya, di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (27/7). Foto: Hendra Eka/Jawa Pos.

JAKARTA - Repsol Honda diprediksi bakal kian tangguh dalam musim balap MotoGP musim depan. Masuknya pembalap utama Ducati, Casey Stoner akan membuat line-up pembalap tim pabrikan asal Jepang itu makin solid.

Stoner akan berkolaborasi dengan Dani Perdrosa dan Andrea Dovizioso. Tapi, bisa juga angan-angan itu tak terwujud. Sebab, Pedrosa yang saat ini berstatus sebagai pembalap utama di tim itu belum menentukan sikapnya.

"Saya belum tentu bertahan di Honda musim depan. Setelah musim ini selesai baru akan saya pertimbangkan," ungkap pembalap asal Spanyol itu saat acara Meet and Greet dengan dirinya yang digagas oleh PT Astra Honda Motor di Hotel Mulia, Jakarta, kemarin (27/7).

Dia menambahkan, jika dirinya tetap bertahan, akan menjadi persaingan sengit antara dirinya dengan Stoner untuk memperebutkan status sebagai pembalap utama. Sebab, menurutnya, pembalap asal Australia yang menjuarai MotoGP 2007 itu adalah sosok yang tangguh. Sama seperti dirinya.

Gemma Roders, marketing manager Honda Racing Corporation (HRC) yang juga hadir dalam acara menyatakan, HRC ingin membangun tim tangguh. Kedatangan Stoner tahun depan adalah tambahan kekuatan bagi tim Honda.

Mereka tak punya rencana melepas dua pembalap yang ada sekarang, baik Pedrosa maupu Dovizioso. "Kami berharap Pedrosa tetap bertahan musim depan. Meningkatnya kualitas pembalap, akan membuat level tim semakin naik. Itu terjadi di Fiat Yamaha. Mereka punya pembalap yang sama-sama tangguh (Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, Red.)," urainya.

Sementara itu, mengenai persaingan musim ini, Pedrosa menyatakan dirinya masih yakin akan mengukir sejarah. Dengan sembilan seri tersisa, pembalap 24 tahun itu berjanji akan berusaha keras mengurangi gap poin dengan pimpinan klasemen sementara, Jorge Lorenzo.

Pedrosa saat ini mengoleksi 138 poin, sedangkan Lorenzo memimpin dengan nilai 210. Pembalap yang finis di urutan ketiga musim lalu itu sebenarnya punya kans emas menipiskan selisih poin dengan Lorenzo pada MotoGP Amerika Serikat di Laguna Seca.

Sayang, rider kelahiran Sabadell, Spanyol, 29 September 1985 itu terjatuh di lap kesebelas, dan tak bisa meneruskan lomba. "Saya berusaha terlalu keras di balapan terakhir. Akhirnya malah terjatuh," sesalnya. "Akan sangat sulit melewati Lorenzo. Musim ini dia tampil dalam bentuk terbaiknya. Tapi, saya dan tim akan terus berusaha," lanjutnya.

Dia juga memandang, Rossi yang baru saja pulih dari cedera patut diwaspadai. Karena, sekali tampil bagus, pembalap Italia berjuluk The Doctor itu akan terus konsisten.

Dia punya waktu tiga pekan sebelum memacu motornya di MotoGP Republik Ceko. Penggemar Michael Doohan itu mengatakan akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bersantai sambil tetap melakukan latihan fisik.

Lalu, saat ditanya tentang kekasihnya, Pedrosa tampak malu-malu. Dia menjawab sudah punya pujaan hati. Tapi, dia keberatan menyebut namanya. Padahal, banyak pembalap yang gemar memamerkan pacarnya. Sebaliknya, Pedrosa memilih tidak mengekspos urusan asmaranya. "Saya jarang sekali mengajak pacar saya tur. Saya sudah cukup lama bersamanya," terangnya. (nar/ito/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar