Pegadaian Naikkan Kucuran Kredit, Tekan NPL

Pegadaian Naikkan Kucuran Kredit, Tekan NPL
Pegadaian Naikkan Kucuran Kredit, Tekan NPL
SURABAYA - Optimis mampu mengurangi resiko kredit macet (non performing loan atau NPL), Perum Pegadaian Kantor Wilayah Utama (kanwilut) XIII Surabaya terus mendongkrak penyaluran dana segar untuk masyarakat Jawa Timur. Jika pada tahun lalu dengan realisasi pengucuran Rp 10 triliun dan NPL di posisi 10 persen, maka pada tahun ini jumlahnya ditekan drastis. NPL di targetkan tak lebih dari lima persen dengan target penyaluran kredit Rp 11 triliun.

Untuk itu, perusahaan pelat merah ini mendorong calon nasabahnya untuk nasabah pegadaian menggunakan dana kredit untuk keperluan usaha dan bukannya konsumtif. Pasalnya hingga kini sekitar 90 persen nasabah memanfaatkan produk Pegadaian Kredit Cepat Aman (KCA). Dan masih didominasi oleh ibu-ibu. Padahal Perum Pegadaian tak hanya melayani gadai, namun juga kredit Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun investasi emas batangan.

"Kami menyediakan semua produk. Mulai dari gadai untuk usaha kecil, ibu-ibu rumah tangga, hingga penjualan logam mulia maupun pengiriman uang. Namun yang masih mendominasi Gadai KCA. Hampir 90 persen," kata Pemimpin Kanwilut XIII Surabaya Perum Pegadaian Puryoto kemarin di sela Jalan Sehat yang merupakan puncak perayaan hari jadi ke 110 di Surabaya.

Tahun ini dengan pertumbuhan ekonomi yang makin baik, diharapkan minat masyarakat untuk berwirausaha semakin besar. Sehingga dana kredit yang didapat dari Perum Pegadaian digunakan untuk modal usaha dan bukannya keperluan konsumtif. "Saya perkirakan dengan pertumbuhan ekonomi Surabaya yang mencapai 6,6 persen maka sektor pembiayaan usaha juga akan tumbuh. Terlihat pada kuartal I 2010 sudah bisa menekan NPL di posisi kurang dari lima persen dengan penyaluran dana 25 persen dari target," tandasnya.

SURABAYA - Optimis mampu mengurangi resiko kredit macet (non performing loan atau NPL), Perum Pegadaian Kantor Wilayah Utama (kanwilut) XIII Surabaya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News