Pembelajaran Tatap Muka SD, SMP, SMA Dilakukan Serentak
Kapasitas asrama dengan jumlah peserta didik kurang dari atau sama dengan 100 orang pada masa transisi bulan pertama adalah 50 persen, bulan kedua 100 persen, kemudian terus dilanjutkan 100 persen pada masa kebiasaan baru.
Untuk kapasitas asrama dengan jumlah peserta didik lebih dari 100 orang, pada masa transisi bulan pertama 25 persen, dan bulan kedua 50 persen, kemudian memasuki masa kebiasaan baru pada bulan ketiga 75 persen, dan bulan keempat 100 persen.
Nadiem mengatakan, evaluasi akan selalu dilakukan untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan.
Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota, bersama Kepala Satuan Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19, untuk memantau tingkat risiko COVID-19 di daerah.
"Apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman, terdapat kasus terkonfirmasi positif COVID-19, atau tingkat risiko daerah berubah menjadi oranye atau merah, satuan pendidikan wajib ditutup kembali,” tegas Nadiem. (esy/jpnn)
Evaluasi SKB 4 Menteri memberikan kelonggaran dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka maupun PJJ.
Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad
- SE Mendikdasmen tentang Pembelajaran Tatap Muka Terbit, Guru ASN Bisa WFH?
- PJJ Dibatalkan, Legislator: Pembelajaran Tatap Muka Harus Menjadi Prioritas
- Tolak PJJ untuk Hemat Energi, Ketua Komisi X DPR: Tatap Muka Tetap Prioritas
- Sekolah di Jateng Tetap Tatap Muka, Siswa Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa
- Kualitas Udara Sedikit Membaik, Pemkot Kembali Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka
- P2G: Larangan Mas Nadiem soal Tes Calistung di SD Bukan Kebijakan Baru
JPNN.com




