Pemerintah Jerman Diminta Lindungi Masjid

Pemerintah Jerman Diminta Lindungi Masjid
Pemerintah Jerman Diminta Lindungi Masjid
JERMAN - Dewan Koordinasi Muslim di Jerman (KRM) meminta pemerintah di negeri itu melindungi dan menjamin kebebasan beribadah bagi para pemeluk agama Islam, termasuk sarana ibadah masjid yang disucikan. Peringatan ini disampaikan pascapenyerangan beruntun atas 10 masjid selama 10 hari berturut-turut seiring persidangan kelompok teror neo-Nazi, National Socialist Underground (NSU) di Jerman.

Serangan terhadap masjid-masjid itu dianggap sebagai wujud gerakan Islamophobia (anti-Islam) di Jerman yang muncul kembali ke permukaan dengan cara kekerasan.  "Demokrasi seharusnya menjamin warga negara untuk melakukan ibadahnya masing-masing, termasuk menjamin keamanan bagi tempat ibadah," tegas Juru Bicara KRM, Aiman Mazyek Jumat (24/5) ketika mengunjungi salah satu masjid yang diserang di Mainz.

Seperti dilansir inagist.com, Sabtu (25/5), masalah Islamophobia di Jerman muncul ke permukaan sekali lagi pascapersidangan atas anggota neo-Nazi Beate Zschäpe dan empat tersangka lainnya atas tuduhan telah melakukan 10 pembunuhan. Delapan korban pembunuhan itu adalah warga keturunan Turki, seorang imigran Yunani dan seorang polisi Jerman. Sesi pertama sidang ini diselenggarakan pada tanggal 6 Mei lalu.

Meskipun proses persidangan tengah berlangsung, namun asosiasi Islam di Jerman menyatakan serangan terhadap Muslim di negara itu belum berhenti. KRM mencatat masjid di Bullay di negara bagian Rhineland-Palatinate yang beribukota di Mainz, serta masjid di distrik Düren, North Rhine-Westphalia Utara diserang antara 10 Mei dan 20 Mei.

JERMAN - Dewan Koordinasi Muslim di Jerman (KRM) meminta pemerintah di negeri itu melindungi dan menjamin kebebasan beribadah bagi para pemeluk agama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News