Pemerintah Prioritaskan Guru Honorer K2, GTT Protes

Pemerintah Prioritaskan Guru Honorer K2, GTT Protes
Guru mengajar di sebuah sekolah di daerah terpencil. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pernyataan Mendikbud Muhadjir Effendy yang akan memprioritaskan 159 ribu guru honorer K2 dalam rekrutmen calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), direspons guru tidak tetap.

Mereka kesal lantaran merasa tidak diperhatian. Pemerintah dinilai hanya memperhatikan guru honorer K2.

“Honorer K2 itu sudah enggak ada sejak rekrutmen CPNS pada 2013. Otomatis tidak apalagi honorer K1, K2, maupun non kategori. Semua statusnya sama, honorer," kata Ketua Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (FKGTT/PTT) Kabupaten Kebumen Ahmad Zahri kepada JPNN, Jumat (18/1).

Senada itu, Musbihin, GTT di SDN Podourip Petanahan ini mengungkapkan, persoalan guru honorer harus dilihat dengan hati. Pemerintah jangan berpikir masalah honorer hanya K1/K2. Faktanya di sekolah-sekolah masih kekurangan guru.

"Saya jadi GTT 6 tahun 8 bulan. Kenapa saya direkrut, karena enggak ada guru. Memang 2005 batas akhir pengangkatan guru honorer, tapi kalau sekolah kurang guru mau ambil dari mana? Pemerintah kan tahunya ada guru, cara pengadaannya gimana, kepsek yang dibebankan," tuturnya.

Dia juga meminta pemerintah jangan hanya fokus pada guru honorer K1/K2. Sebab, sekolah-sekolah banyak yang diisi GTT. (esy/jpnn)

 


Guru tidak tetap alias GTT menilai pemerintah hanya memerhatikan guru honorer K2 (kategori dua).


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News