Pemerintah tak Serius Salurkan Subsidi Perumahan

Pemerintah tak Serius Salurkan Subsidi Perumahan
Pemerintah tak Serius Salurkan Subsidi Perumahan
JAKARTA--Kebijakan pemerintah mengurangi porsi dana subsidinya di bank, mendapat kecaman Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI). Menurut mereka, pemerintah setengah hati memberikan bantuan pengadaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Kami sedih sekali dengan kebijakan pemerintah (Menpera Djan Faridz) yang mengurangi penempatan dananya di bank. Tahun sebelumnya yang 60 persen saja, menimbulkan kendala di masyarakat, sekarang malah dikurangi menjadi 50 persen," ujar Ketum DPP Apersi Eddy Ganefo di Jakarta, Minggu (26/2).

Seharusnya, kata dia, jika pemerintah ingin memberikan subsidi kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) lewat dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), porsi dana di bank penyalur harus diperbesar. Ini agar bank tidak memberikan persyaratan yang menyulitkan MBR mendapatkan KPR.

"Kenapa tidak 100 persen saja, biar kelihatan pemerintah memang benar-benar berniat membantu masyarakatnya. Bukan seperti sekarang, malah dikurangi," cetusnya.

JAKARTA--Kebijakan pemerintah mengurangi porsi dana subsidinya di bank, mendapat kecaman Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News