Penampungan TKI Kepri Tak Manusiawi

Hasil Reses Anggota DPR RI: Petugas Kurang Profesional

Penampungan TKI Kepri Tak Manusiawi
Penampungan TKI Kepri Tak Manusiawi
TANJUNGPINANG - Setiap minggu, ratusan TKI bermasalah yang bekerja di Malaysia terus dipulangkan ke Indonesia melalui Tanjungpinang. Berbulan-bulan bekerja bahkan tahunan, ironisnya, meski menjadi penyumbang devisa untuk negara, sejauh ini perhatian pemerintah terhadap TKI bermasalah ini sangat minim. Bahkan pihak kedutaan pun enggan melihat mereka di tahanan.

Mardiati (26) dan Dina Purwati (20), adalah dua dari ratusan TKI bermasalah yang dideportasi, Kamis (29/7) lalu. Meskipun pergi ke Malaysia melalui agen resmi, namun mereka tidak mendapat perlindungan dari agen saat mengalami masalah. Tak ayal, kabur dari majikan menjadi solusi yang mereka lakukan. Hanya saja selama di tahanan, tidak ada pihak kedutaan Indonesia di Malaysia yang peduli dengan keberadaan mereka.

"Kalaupun petugas kedutaan datang, bukannya menanyakan kondisi kami, tapi kami malah diminta untuk tidak melihat terlalu dekat. Seperti orang besar yang tidak boleh disentuh rakyat kecil," ujar Mardiati, saat ditemui di penampungan TKI di Batu 8, Bintan, Selasa (3/8).

Kedua TKI yang berasal dari Lombok ini meyakinkan bahwa proses keberangkatan mereka melalui agen resmi. Namun, apa yang dijanjikan saat masih di Indonesia, berbeda dengan apa yang diterima ketika bekerja di Malaysia. "Gaji yang tadinya 4 bulan saja tidak terima karena dipotong untuk biaya transportasi dan pembuatan dokumen, ternyata dipotong 6,5 bulan gaji," ujar Mardiati yang sebulan harusnya menerima gaji RM 600.

TANJUNGPINANG - Setiap minggu, ratusan TKI bermasalah yang bekerja di Malaysia terus dipulangkan ke Indonesia melalui Tanjungpinang. Berbulan-bulan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News