Pencegahan Inflasi di NTB Dapat Acungan Jempol

Pencegahan Inflasi di NTB Dapat Acungan Jempol
Kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR ke NTB. Foto: Humas DPR

jpnn.com, MATARAM - Komisi XI DPR RI memberikan apresiasi terhadap sinergitas yang baik antara Bank Indonesia Perwakilan NTB, Badan Pusat Statistik NTB serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB dalam mengantisipasi inflasi.

Terutama inflasi yang hampir terjadi setiap tahun jelang Idul Fitri.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Kunspek Komisi XI ke NTB, Soepriyatno.

“Kami ingin melihat langsung koordinasi dan sinergitas antara BI NTB, BPS NTB dan TPID NTB untuk bagaimana menangani inflasi daerah termasuk peredaran rupiah di daerah karena jangan sampai ini menjadi persoalan. Kita cukup bahagia karena koordinasinya mantap dan mampu menjaga inflasi di tingkat yang baik, sehingga masyarakat tidak dirugikan,” ujar Soepriyatno.

Politikus Gerindra ini pun berharap sinergitas yang baik ini bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya. Mengingat, menurutnya antisipasi inflasi di NTB selalu menjadi lebih baik di setiap tahunnya.

“Kami melihat ini kinerja dari BI, BPS dan TPID sangat baik sekali. Ini bisa dijadikan contoh bagi daerah lainnya, tahun lalu sudah baik ya, dan sekarang saya kira juga lebih baik. Di NTB ini, inflasinya cukup terjaga dengan baik. Ini penting,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, anggota Komisi XI Willgo Zainar juga berharap selain mampu menjaga inflasi, BI diharapkan menjaga ketersediaan uang kartal selama Idul Fitri, mengingat kebutuhan tersebut sangat besar di setiap tahunnya.

“Inflasi di NTB terkendali ya. Kami berharap ketersediaan uang kertas juga agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, karena menjelang lebaran kebutuhan uang kartal ini meningkat dan alhamdulillah BI sudah menyiapkan,” ujar Willgo.

Kerjasama yang baik antara BI, TPID dan BPS juga mendapatkan apresiasi dari Wilgo.

“Saya kira cukup bagus BI, TPID dan BPS bekerja baik. Dan adanya Satgas Pangan ini memperkuat lagi sehingga kerja lebih terintegrasi dan inflasi terkendalikan, meskipun kita juga tak mau ada deflasi,” tegasnya.

Selain itu Willgo juga berharap produksi yang dihasilkan di NTB bisa membantu memenuhi kebutuhan di daerah lain.

Hal ini penting agar sinergitas antardaerah dalam menghadapi Idul Fitri bisa berjalan efektif.

"Kami harapkan beberapa produk dari NTB bisa membantu memenuhi kebutuhan di daerah lainnya. Sehingga membutuhkan database yang terintegrasi, dan kebutuhan di NTB bisa disupply dari daerah lainnya dalam waktu cepat,” jelas Willgo.

Dalam kesempatan tersebut juga, Kepala Regional III Bank Indonesia, Mirmansyah menjelaskan rata-rata inflasi selama Ramadan cenderung lebih tinggi ketimbang setiap bulannya.

Menurutnya, inflasi di wilayah timur seperti NTB masih lebih rendah ketimbang inflasi di daerah barat, khususnya Sumatera.

“Rata-rata inflasi Ramadhan maupun lebaran cenderung lebih tinggi dibandingkan rata-rata setiap bulannya. Berdasakan wilayah, inflasi Sumatera tercatat lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya,” tutup Mirmansyah. (adv/jpnn)


Komisi XI DPR RI memberikan apresiasi terhadap sinergitas yang baik antara Bank Indonesia Perwakilan NTB, Badan Pusat Statistik NTB serta Tim Pengendali


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News