Penculik Akhirnya Bebaskan Sandera WNA

Penculik Akhirnya Bebaskan Sandera WNA
Penculik Akhirnya Bebaskan Sandera WNA

“Paktek premanisme seperti ini dapat merugikan investasi Aceh. Untuk itu, kita berharap praktek seperti ini jangan ada lagi di Aceh, “ demikian Kata Kapolda, seraya mengucapkan terimakasih kepada pihak TNI khususnya Pangdam Iskandar Muda dan semua pihak yang telah membantu bersusah payah dalam melakukan pencarian korban penculikan Malcolm Prim Rose warga kebangsaan British.

Setelah beberapa jam korban bersama Kapolda Aceh  dan pihak PT. Medco, Malcom dan keluarganya dilepaskan  berangkat menuju ke Medan, yakni ke rumahnya di kawasan Helvetia pada pukul 11:30 WIB. Rombongan bergerak menggunakan mobil Mitsubishi Pajero miliknya, sembari diantar personil Polisi Mapolres Aceh Timur. Pasca kembalinya pekerja minyak tersebut, personil polisi dan TNI juga membubarkan operasi.

Selama dalam penyekapan kawanan penculik, Malcolm Prim Rose (60) warga negara Inggris, yang bekerja di PT. Blade Energy Sub Kontraktor PT. Medco mengaku tak mendapat penganiayaan dari para pelaku.

Dalam konfrensi Pers di Mapolsek Ranto Peureulak, korban didampingi isterinya Inur dalam bahasa Inggris lalu diterjemahkan menggatakan, selama tiga hari diculik selalu diperlakukan secara baik-baik. Dirinya tidak disakiti dan diberikan makan nasi bungkus, yang masih hangat dengan lauk ikan dan ayam.

PEUREULAK--Drama penculikan terhadap Karyawan PT. Blade Energy, Sub Kontraktor PT. Medco Blok A di Aceh Timur berakhir sudah. Malcolm Prim Rose (60)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News