Pendapatan Pengemudi Taksi Online Kemungkinan Turun
Kamis, 23 Maret 2017 – 15:14 WIB

Ilustrasi Uber. FOTO: AFP
"Salah satunya dengan bertambahnya pengangguran karena omset transportasi online turun," kata dia.
Secara prinsip, lanjut Reni, pengaturan transportasi online memang dibutuhkan, karena faktanya keberadaannya telah menggerus transportasi konvensional.
Di sisi lain, transportasi online menjadi pilihan favorit masyarakat karena murah, aman dan nyaman. Pertanyaannya, kata Reni, mengapa tidak didorong menjadikan transportasi konvensional dibuat lebih murah, aman dan nyaman? Bukan justru membuat kebijakan dengan menjadikan tarif taksi online menjadi naik.
"Setidaknya suara-suara tersebut muncul dari masyarakat yang disampaikan ke kami," pungkasnya. (boy/jpnn)
Ketua Fraksi PPP di DPR Reni Marlinawati mengatakan, rencana perubahan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 32 tahun 2016 yang salah satu isinya terkait
Redaktur & Reporter : Boy
BERITA TERKAIT
- Pelindo & Kemenhub Dorong Investasi di Sektor Maritim Lewat Indonesia Maritime Week 2025
- Komplotan Perampok Terbongkar Setelah Satu Pelaku Ingat Orang Tua Sakit
- Gandeng Kemenhub, ASDP Kurangi Emisi Karbon 10,2 Ton Lewat RVM
- Tak Punya Uang, Bu Yuliana Bawa Pulang Jenazah Bayi Pakai Taksi Online
- Sejak H-10 Lebaran, 352.019 Pemudik Tinggalkan Jawa menuju Sumatera
- Apresiasi Program Mudik Gratis Kemenhub, Riko Lesiangi: Bukti Kepedulian Pemerintah