Pendeta Saifuddin

Pendeta Saifuddin
Pendeta Saifuddin Ibrahim. Dok: tangkapan layar YouTube Saifuddin Ibrahim.

Krisis dunia Islam makin buruk dengan munculnya invasi pasukan Mongol dan Tentara Salib dari Eropa. Keterdesakan militer ini membuat masyarakat muslim mencari perlindungan kepada rezim militer dan elite agama ortodoks. Kelas intelektual dan filusuf makin kehilangan pijakan dan pengaruh.

Persekutuan ulama-negara menghalangi munculnya sarjana independen dan meminggirkan para entrepreneur dan pedagang. Dunia Islam menjadi kehilangan kreativitas dan makin tertinggal dari Eropa yang mengalami lompatan revolusi ilmu pengetahuan.

Ortodoksi Islam memunculkan tafsir ayat-ayat perang sebagaimana fenomena yang muncul belakangan ini. Kemunduran dunia Islam dianggap sebagai kesalahan Barat yang melakukan imperialisasi dan kolonialisasi. Karena itu cara yang ditempuh adalah jihad melalui perang, bukan jihad melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penafsiran jihad melalui perang bukan satu-satunya penafsiran dalam Islam. Karena itu usul menghapus ayat-ayat perang sebagaimana diusulkan Pendeta Saifuddin adalah usul yang absurd. Islam akan bisa mengalahkan Barat melalui jihad ilmu pengetahuan, sebagaimana sudah dibuktikan oleh sejarah. (*)

Menko Polhukam Mahfud MD kesal oleh video Pendeta Saifuddin itu, Ade Armando menganggap Saifuddin tidak punya akal sehat.


Redaktur : Adek
Reporter : Cak Abror

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News