Pendidikan Gratis Hanya Jualan, Guru dan Siswa Kompak Demo

Pendidikan Gratis Hanya Jualan, Guru dan Siswa Kompak Demo
Pendidikan Gratis Hanya Jualan, Guru dan Siswa Kompak Demo
TIMIKA - Ribuan pelajar dan guru termasuk kepala sekolah mulai SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Mimika serta perwakilan orang tua murid, Rabu (26/9) melakukan demo di DPRD Mimika, Jalan Cenderawasih, Timika. Dalam aksi yang didukung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Mimika tersebut, mereka menyampaikan rasa kekecewaan kepada Pemda Mimika karena dianggap mengulur-ulur janji untuk mencairkan dana Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) Kabupaten Mimika Tahun 2012.

Demo damai dimulai dengan aksi long marc dari pelataran SMK Petra sampai di pelataran DPRD sekitar pukul 10.00 Wit. Kedatangan ribuan pelajar dan guru diterima Ketua Komisi C DPRD, M Nurman S Karupukaro, anggota komisi C, Johan Ade Matulessy, Anggota Komisi B Yan Sampe Rumengan, SE serta Ketua Komisi A, Athanasius Allo Rafra, SH MSi.

Mewakili Musyawarah Kepala-Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK serta Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) TK, SD, SMP se-Kabupaten Mimika, Kepala Sekolah SMA YPPK Tiga Raja, Gabriel Rahangiar, SPd membacakan pernyatan sikap dan tuntutan. Dikatakan aksi demo tersebut dilakukan karena berdasar pada regulasi dan pernyataan yang terjadi di Kabupaten Mimika. Dalam pernyataan sikap, para pendemo merasa kecewa karena semua satuan jenjang pendidikan telah mengkampanyekan pendidikan gratis di Kabupaten Mimika, namun Pemda belum memberikan realisasi yang nyata untuk menunjang adanya wacana pendidikan gratis tersebut.

Disebutkan, dalam pertemuan dengan kepala-kepala sekolah mulai TK hingga SMA dan SMK pada 11 Juni 2012, Bupati Mimika menyatakan BOPDA Kabupaten Mimika bukanlah suatu kewajiban, namun suatu kebijakan sehingga bisa diberikan dengan jumlah yang berubah-ubah atau bisa juga tidak diberikan oleh Pemda Kabupaten Mimika, semuanya tergantung pada kondisi keuangan daerah. Sedangkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) tahun 2011 ditiadakan atau tidak diberikan karena secara administrasi pemerintah tidak dibenarkan.

TIMIKA - Ribuan pelajar dan guru termasuk kepala sekolah mulai SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Mimika serta perwakilan orang tua murid, Rabu (26/9)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News