Pengamat Ini Sayangkan Kampanye Pilgub DKI Jadi Ajang Sentimen Agama

Pengamat Ini Sayangkan Kampanye Pilgub DKI Jadi Ajang Sentimen Agama
Ray Rangkuti. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menyayangkan kondisi Jakarta dalam beberapa waktu terakhir. 

Pelaksanaan tahapan pemilihan Gubernur DKI Jakarta, justru lebih banyak diwarnai sentimen agama. 

Padahal momentum pilkada diharapkan menjadi ajang jual beli gagasan di antara tiga pasangan kandidat, untuk membangun Jakarta ke depan. 

"Harusnya masa kampanye ini dimanfaatkan untuk menjelaskan keunggulan pasangan calon. Misalnya, keunggulan Agus itu apa dibanding calon yang lain. Kan itu menarik, karena gagasan di antara mereka (calon gubernur,red) tidak jelas di masyarakat," ujar pengamat politik Indonesia, Senin (28/11). 

Selain keunggulan, Ray menilai pendapat masing-masing pasangan calon tentang berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Jakarta, juga tentu menarik bagi masyarakat. Misalnya terkait reklamasi atau penggusuran masyarakat. 

"Saya merasa harus kembali ke tujuan pilkada dan pemilu, untuk apa. Yaitu, jual beli gagasan agar masyarakat dapat memilih pemimpin yang terbaik bagi daerah untuk lima tahun ke depan," tutur Ray.

Dalam hal ini, semua pihak menurut Ray, ikut bertanggung jawab. Termasuk media massa, diharapkan kembali mengangkat isu-isu berkaitan dengan visi misi pasangan calon Gubernur DKI. 

"Kita baru pertama kali melihat Anies (calon Gubernur Anies Baswedan) dan Agus (Agus Harimurti Yudhoyono) berbeda pendapat masalah dana Rp 1 miliar untuk masing-masing RW.”

JAKARTA - Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menyayangkan kondisi Jakarta dalam beberapa waktu terakhir.  Pelaksanaan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News