Pengamat Sarankan Airlangga Gandeng Kepala Daerah di Pilpres 2024

Jumat, 30 Juli 2021 – 21:23 WIB
Pengamat Sarankan Airlangga Gandeng Kepala Daerah di Pilpres 2024
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. (ANTARA/HO-DPP Partai Golkar/Iqbal

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, disarankan menggandeng salah satu kepala daerah di Pulau Jawa, untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Sebab, sejumlah kepala daerah ini dinilai mampu mengangkat elektabilitas Airlangga.

Sejumlah kepala daerah yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi berdasarkan survei antara lain; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Indaru Setyo Nurprojo, mengatakan bahwa untuk bisa bersaing dalam Pilpres 2024, Airlangga harus memilih pasangan calon wakil presiden (Cawapres) yang tepat.

Airlangga juga harus memilih wakil yang memiliki pengalaman birokrasi yang teruji dari tingkat bawah. "Selain memiliki pengalaman dalam pemerintahan dari tingkat bawah, calon wakil presiden yang akan mendampinginya harus mampu mengangkat elektabilitas Airlangga," katanya.

Karena itu, Cawapres pendamping Airlangga juga harus mengakar di masyarakat. Salah satu kepala daerah di Pulau Jawa, dinilai sangat tepat untuk mendampingi Airlangga. Karena separoh pemilih Indonesia berada di Pulau Jawa.

Diakui olehnya sebagai pemenang ketiga Pemilu 2019 dan pemegang kursi terbanyak kedua di DPR-RI, Partai Golkar sudah memiliki modal bagus untuk mengajukan calon presiden sendiri.

Sebab, kader Partai Golkar di tingkat daerah, bisa menjadi alat untuk ikut mengangkat elektabilitas Airlangga. "Namun, itu belum cukup. Harus diikuti sejumlah terobosan. Termasuk memilih wakil yang tepat," lanjutnya.

Dia juga menilai, Airlangga bisa menjadi tokoh alternatif untuk menjadi calon presiden pada Pilpres 2024. Meskipun saat ini, berdasarkan beberapa survei, popularitas dan elektabilitas Menko Perekonomian itu relatif masih rendah.

SPONSORED CONTENT

loading...