Pengunduran Diri Bupati Karawang demi Jadi Caleg Tuai Kritik, Jleb

Pengunduran Diri Bupati Karawang demi Jadi Caleg Tuai Kritik, Jleb
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Foto: ANTARA/Istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Keputusan Cellica Nurrachadiana mundur dari jabatan bupati Karawang demi jadi calon anggota legislatif (caleg) menuai kritik.

Cellica telah memimpin Kabupaten Karawang hampir tiga periode.

Dia terpilih di tahun 2010 sebagai wakil bupati Karawang yang akhirnya menjabat sebagai Plt bupati menggantikan Ade Swara di tahun 2014-2015.

Setelah itu secara berturut-turut pada Pilkada 2015 dan 2020, Cellica menang pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Karawang.

Namun, sebelum berakhir masa jabatan di tahun 2024, Cellica memilih untuk mengajukan pengundurkan diri dari jabatan bupati Karawang dengan alasan akan maju pada Pemilihan Legislatif DPR RI.

Langkah politik Cellica Nurrachadiana ini dikritik pengamat politik dari Temu Political Research Gaston Otto Malindir.

Gaston menilai langkah Cellica lebih mementingkan kepentingan politik dirinya ketimbang pada tanggung jawab kepada masyarakat Karawang.

“Memang pada dasarnya langkah politik yang diambil oleh bupati Karawang ini bukan hal yang baru dan sudah banyak kasusnya, tetapi, saya sangat menyayangkan kebiasaan para politisi seperti ini menunjukan bahwa ambisi politik mereka mengesampingkan tanggung jawabnya kepada masyarakat,” kata Gaston Otto Malindir saat dihubungi, Rabu (30/8).

Keputusan Cellica Nurrachadiana mundur dari jabatan bupati Karawang demi jadi calon anggota legislatif (caleg) menuai kritik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News