Penjelasan Bea Cukai tentang Cara Mendaftar IMEI untuk Penumpang Luar Negeri yang Menjalani Karantina

Penjelasan Bea Cukai tentang Cara Mendaftar IMEI untuk Penumpang Luar Negeri yang Menjalani Karantina
Bea Cukai memberikan penjelasan tentang cara mendaftar IMEI untuk penumpang luar negeri yang menjalani karantina. Foto/ilustrasi: Bea Cukai.

Selanjutnya, petugas Bea Cukai akan menetapkan nilai pabean. 

Dalam hal ini nilai pabean di bawah batas pembebasan barang penumpang ditetapkan sebesar USD 0.

Dalam hal nilai pabean di atas batas pembebasan barang penumpang maka ditetapkan sebesar selisih dari batas pembebasan barang penumpang.

“Penumpang dapat melakukan registrasi dengan membawa kelengkapan berupa fotokopi paspor, tiket, surat keterangan sehat dan rekomendasi perjalanan, perangkat telekomunikasi yang akan didaftarkan dan barcode yang diperoleh melalui mobile Bea Cukai atau website beacukai.go.id,” katanya.

Dia menambahkan penumpang atau awak sarana pengangkut yang belum mendaftarkan IMEI atas perangkat telekomunikasi yang dibawanya, serta telah keluar dari kawasan pabean (bandara kedatangan) dapat mendaftarkan IMEI  melalui kantor pabean yang terdekat dengan domisilinya. 

Dia menjelaskan pendaftaran IMEI tersebut dilakukan dengan berbagai ketentuan. 

Antara lain, pendaftaran dapat dilayani paling lambat 60 hari setelah kedatangan penumpang atau awak sarana pengangkut. 

Pendaftaran dilakukan dengan melampirkan paspor asli, serta tiket pesawat pada saat kedatangan dan ponsel yang akan didaftarkan, serta barcode yang diperoleh melalui mobile Bea Cukai atau website Bea Cukai. 

Sudiro menjelaskan penumpang dari luar negeri perlu melakukan pendaftaran IMEI yang bertujuan menghindari pemblokiran jaringan seluler. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News