Perang Syria Menyebar ke Perbatasan

Bentrok Pro dan Anti-Assad di Lebanon, 10 Tewas

Perang Syria Menyebar ke Perbatasan
Perang Syria Menyebar ke Perbatasan
Pertikaian di Tripoli meletus sejak Senin malam (20/8). Kota itu memang berpenduduk Muslim Sunni, yang sangat memusuhi rezim Assad di Syria, dan Alawiyah (kelompok atau suku asal Assad). Sebelumnya, konflik dua kelompok pernah pecah pada akhir Juni dan bulan lalu. Tetapi, kali ini intensitasnya lebih tinggi.

Sumber medis menyebut bahwa bentrok senjata di antara dua kubu kemarin termasuk yang terhebat sejak perang saudara di Lebanon pada 1975-1990. Lebih dari 100 orang terluka dalam baku tembak pekan ini. Bentrok dipicu garis sektarian di antara Muslim Sunni yang tinggal di Distrik Bab al-Tabbaneh dan Alawiyah di kawasan Jabal Mohsen.

’’Setelah reda dan tenang, Kota Tripoli diguncang oleh sekitar dua lusin ledakan pukul 02.00 hingga 06.00 (dini hari kemarin, Red),’’ ujar seorang saksi mata yang tak mau disebutkan namanya. Para milisi dari dua kelompok juga menggunakan senapan otomatis.

Sementara itu, kemarin pasukan Assad kembali menggempur Kota Aleppo dari udara. Jet- jet tempur militer Syria mengitari wilayah utara Aleppo sambil membombardir dan memberondongkan tembakan. Wilayah yang terkena dampak paling parah adalah Distrik Sheikh Saeed. Sebab, sebelumnya, pasukan loyalis Assad terlibat bentrok dengan oposisi di wilayah itu. Bersamaan itu, serangan udara di Damaskus menewaskan sedikitnya 12 orang kemarin.

DAMASKUS – Kekerasan di Syria sejauh ini memicu kekhawatiran dunia. Sebab, perang saudara di negeri itu tak mustahil meluas ke negara tetangganya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News