Perguruan Tinggi Negeri Resah Kekurangan Dosen

Perguruan Tinggi Negeri Resah Kekurangan Dosen
Ilustrasi mahasiswa wisuda. Foto: AFP

Untuk setiap dosen yang direkrut, kampus paling tidak seharusnya menyediakan Rp 7 juta sampai Rp 8 juta setiap bulan.

Tentu, jika diakumulasikan, pendanaan tersebut cukup besar. Belum lagi jika angka itu nanti bertambah setiap tahun.

Beban kampus tentu semakin berat. Sebab, gaji menjadi tanggung jawab kampus. Mereka harus pintar-pintar mencari sumber pendanaan.

Namun, bila pemerintah mau merekrut dosen PNS, tentu beban kampus lebih ringan.

Sebab, beban penggajian menjadi tanggung jawab pemerintah. Gaji mereka dianggarkan dari APBN.

Untuk mengatasi itu, saat ini Unair lebih memilih memperpanjang dosen PNS yang telah pensiun.

Meski demikian, upaya tersebut sebenarnya juga kurang maksimal karena faktor usia akan memengaruhi produktivitas dosen dalam mengajar.

Terpisah, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir juga membenarkan perihal kurangnya dosen PNS di PTN.

Kondisi kekurangan dosen tersebut meningkat setiap tahun seiring dengan tidak dibukanya perekrutan PNS sejak 2015

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News